Kekerasan Anti-Semit Meningkat, Yahudi Jerman Diimbau Tak Pakai Kippah di Tempat Umum

Kippah
Umat Yahudi memakai Kippah | guardian.ng

Paham Anti-semit dinilai telah mengakar di Jerman dan bahayakan warga Yahudi

Kejahatan yang berlandaskan anti-semit kian meningkat jumlahnya di Jerman. Guna mencegah jatuhnya korban warga Yahudi Jerman, pemerintah Jerman pun akhirnya mengimbau agar warga Yahudi tidak mengenakan kippah di tempat umum.

1.

Kejahatan anti-semit di Jerman

Kippah
Umat Yahudi | www.spiegel.de

Kejahatan anti-semit rupanya masih marak terjadi di Jerman. Kali ini jumlah kasusnya meningkat, sehingga warga Yahudi Jerman mendapatkan imbauan khusus dari pemerintah. Pemerintah ingin menghindari jatuhnya korban dan tidak mencegah bertambahnya angka kejahatan tersebut.

Imbauan untuk tidak mengenakan kippah di tempat umum ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi untuk Anti-Semit, Felix Klein, dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh AFP. “Saya tidak menyarankan Yahudi untukk mengenakan kippah kemana-mana setiap saat di Jerman,” ujar Klein. Adapun kippah merupakan sejenis peci yang khas dipakai oleh umat Yahudi.

Komisi untuk Anti-Semit yang saat ini diketuai oleh Felix Klein merupakan komisi baru yang didirikan oleh pemerintah Jerman di tahun 2018 lalu menyusul banyaknya kasus kekerasan dan kejahatan terhadap Yahudi.

Baca Juga: Sudah Lama Bersitegang, 3 Isu Ini Memperkeruh Hubungan Amerika Serikat dan Rusia

2.

Tanggapan Presiden Israel

Kippah
Umat Yahudi | germany.trendolizer.com

Tujuan Klein memberikan imbauan tidak memakai kippah di tempat umum tidak lain bertujuan untuk melindungi warga Yahudi, namun Presiden Israel Reuven Rivlin menilai pernyataan Klein ini pun merupakan bentuk anti-semit.

Rivlin mengkritik imbauan dari Klein dan mengatakan bahwa Yahudi memang tidak aman berada di Jerman.

“Ketakutan atas keamanan kaum Yahudi Jerman adalah bentuk penyerahan terhadap anti-semit dan pengakuan bahwa, sekali lagi, kaum Yahudi tidak aman di tanah Jerman. Kami tidak akan pernah menyerah, tidak akan menundukkan pandangan, dan tidak akan merespons anti-semit dengan kekalahan. Dan kami mengharapkan serta menuntut sekutu kami dapat bertindak dengan cara yang sama,” ungkap Rivlin.

Baca Juga: Amerika Serikat Tolak Perjanjian Atasi Masalah Sampah Plastik. Kenapa?

3.

Anti-semit di Jerman semakin agresif

Kippah
Umat Yahudi | www.newshub.co.nz

Pada tahun 2018, angka kejahatan anti-semit meningkat hingga 20 persen. Sembilan dari sepuluh kasus kejahatan anti-semit ini dilakukan oleh para penganut paham sayap kanan yang ekstrem.

Klein mengatakan sementara ini kelompok sayap kanan adalah penyebab dari sebagian besar kasus kejahatan anti-semit. Beberapa kelompok Muslim pun disebut dipengaruhi oleh tayangan televisi hingga memiliki prasangka buruk pada Israel dan Yahudi.

Komentar Klein ini menyusul pernyataan dari pakar hukum terkemuka Claudia Vanoni yang menyebut bahwa anti-semit di Jerman masih mengakar kuat. “Anti-semitisme selalu ada di sini (Jerman). Tetapi saya berpikir bahwa baru-baru ini, itu telah menjadi semakin keras, lebih agresif, dan mencolok,” kata Vanoni.

Artikel Lainnya

Adapun anti-semit merupakan sikap permusuhan atau prasangka terhadap kamu Yahudi dalam bentuk tindakan penganiayaan atau penyiksaan terhadap agama, etnik, kelompok ras, mulai dari individu hingga lembaga.

Menilik sejarah, Jerman pun pernah mengalami peristiwa anti-Yahudi terbesar, yakni saat Perang Dunia II. Pada masa itu, pemimpin Nazi Adolf Hitler mengerahkan pasukannya untuk membantai 6 juta Yahudi dalam peristiwa Holocaust.

Tags :