7.500 Ton Per Hari Sampah Jakarta Terancam Tak Terurus, Risma: Menakutkan

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menanggapi masalah sampah DKI Jakarta. | www.tribunnews.com

Risma Trismaharini memberikan tanggapan terkait 7.500 ton sampah DKI Jakarta yang semakin mengancam di masa depan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai permasalahan sampah di DKI Jakarta sudah masuk dalam kategori yang menakutkan dan mengkhawatirkan.

Hal ini tidak lepas dari ancaman sampah Jakarta yang akan tak terurus pada tahun 2021 hingga 2022 dan diperkirakan mencapai 7.500 ton per hari.

Seperti apa pendapat Risma terkait masalah sampah Jakarta? Berikut laporannya.

1.

Sampah Jakarta menakutkan

Ribuan sampah yang menutupi aliran pintu air Manggarai dibersihkan oleh petugas, Rabu (24/4). | www.liputan6.com

Dilansir dari Detik.com, Selasa (30/7), Risma secara gamblang menyebut masalah sampah di Jakarta merupakan sebuah hal yang menakutkan.

Perasaan takut Risma ini didasari dari adanya informasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang yang segera ditutup tahun 2021 dan pembangunan TPA dan Intermediate Treatment Facility (ITF) Jakarta yang baru selesai pada tahun 2022.

“Ya aku ngomong medeni (menakutkan), gimana nggak takut? Lha katanya Bantar Gebang 2021 tutup. Sedangkan (TPA Jakarta) baru selesai 2022,” jelas Risma saat ditemui wartawan di Kebun Bibit II Wonorejo.

Baca Juga: Jumlah Penduduk Indonesia Sumbang Kepadatan Populasi Dunia

2.

Sarankan pembangunan TPA dipercepat

Kondisi TPA Bantar Gebang yang terus dinormalisasi dan diprediksi akan segera penuh pada tahun 2021. | mediaindonesia.com

Risma sendiri sebelumnya menjadi sosok kepala daerah yang dimintai pendapat oleh DPRD DKI Jakarta untuk mengatasi sampah di ibu kota.

Dia pun menyarankan agar pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa segera mempercepat pembangunan TPA dan ITF karena sudah ditunjang dengan anggaran yang besar.

“Kemarin saya ngomong itu harus dipercepat. Karena mereka (Pemprov DKI Jakarta) punya uang. Sebetulnya tidak ada alasan tidak bisa. Mereka lho SILPA Rp 17 triliun sampai Rp 20 triliun. Kalau itu dipakai, itu tidak usah pakai investasi tendernya,” jelas Risma.

“Jadi langsung pakai APBD saja. Dua tahun biasa banyak asing itu (investasi), dari negara-negara luar banyak yang bisa menyiapkan aplikasi untuk itu, karena kalau nggak cepet medeni (menakutkan),” lanjutnya.

Risma juga menegaskan jika Pemprov DKI Jakarta harus berani dan tidak perlu khawatir karena jika pengelolaan sampah itu berhasil maka yang dihasilkan adalah listrik.

Namun, jika pembangunan TPA terus ditunda maka bukan tidak mungkin musibah seperti penyakit, banjir, bau, akan muncul pada sampah-sampah yang tidak terurus.

Baca Juga: Masalah Sampah Jakarta Tak Kunjung Selesai, DPRD DKI Berencana Boyong Risma

3.

Harap ibu kota bebas sampah

Tri Rismaharini berharap Pemprov DKI Jakarta bisa cepat mengatasi masalah sampah agar wajah ibukota bisa bersih. | www.newfortunetimes.com

Risma pun berharap Pemprov DKI Jakarta bisa cepat mengurus masalah sampah karena akan mempengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya.

Selain itu, citra Jakarta yang merupakan ibu kota negara juga menjadi pertimbangan percepatan penyelesaian sampah.

“Sampah di Jakarta 7.500 (ton) per hari, yang dikelola tahun 2022 hanya 2.200 ton. Permasalahannya yang 5.000 (ton) kemana? Kan itu masalah. Makanya harus diambil tindakan cepat,” ungkap Risma.

“Ya masak rek, ibu kota (banyak sampah, iya kan? Ndak mungkinkan itu,” lanjutnya.

Artikel Lainnya

Kunjungan DPRD DKI ke Surabaya untuk melakukan studi banding menyelesaikan masalah sampah Jakarta memang memancing reaksi beberapa hari terakhir.

Hal ini tidak lepas dari ancaman sampah yang tak kunjung menemukan kunci penyelesaian. Risma pun sempat mendapatkan permintaan dari DPRD DKI agar bisa menyelesaikan masalah sampah Jakarta.

Semoga pendapat Risma ini bisa memberikan pandangan baru untuk Pemprov DKI Jakarta agar bisa melakukan tindakan cepat sebelum Jakarta tenggelam dengan lautan sampah.

Tags :