Ngeri! Suami Tewas Tak Berdaya Diterkam Harimau, Istri Hanya Pasrah Menyaksikan
23 Maret 2021 by Dea Dezellynda
Harimau lagi-lagi masuk ke lahan warga
Seoarang petani kopi di Sumatera Selatan tewas diterkam harimau saat sedang panen. Harimau itu memasuki kebun kopi dan tiba-tiba saja menyerang Mustadi (52). Saat itu Mustadi yang ditemani istri dan salah seorang saksi kaget saat melihat keberadaan harimau di dekatnya. Sontak ia berteriak dan langsung diterkam oleh harimau.
BKSDA, Sumatera Selatan menjelaskan jika maraknya harimau masuk ke lahan maupun pemukiman warga ini disebabkan karena perburuan liar makanan harimau yang berdampak pada terganggunya rantai makanan.
Diterkam harimau saat panen kopi

Dilansir dari Kompas.com, Mustadi (52), petani kopi asal Kabupaten Lahat, tewas diterkam harimau di kawasan hutan lindung di Dusun Rekimai perbatasan Lahat dan Muara Enim, Sumatera Selatan.
Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (12/12/19) malam. Saat itu, Mustadi ditemani oleh istri dan salah seorang saksi. Kejadian bermula saat saksi dan istri korban sedang menggiling kopi, sementara korban sedang mengambil pukat burung.
Baca juga: Miris! Jadi Korban Perburuan, Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpenggal
Tiba-tiba saja ia berteriak saat melihat harimau berjalan ke arahnya. Harimau tersebut langsung menerkam tubuh Mustadi. Sang istri yang menyaksikan tubuh Mustadi diterkam harimau langsung berlari ke atas pondok untuk menyelamatkan diri. Istri korban yang ketakutan tertahan di pondokan hingga larut malam.
“Istrinya tertahan di dalam pondok sampai malam tadi bisa dievakuasi, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito.
Akibat dari rantai makanan terganggu

Akhir-akhir ini kasus harimau masuk ke lahan maupun pemukiman warga marak terjadi di Sumatera. Martialis menjelaskan penyebab hal tersebut dikarenakan maraknya perburuan babi hutan dan kambing hutan oleh manusia.
Baca juga: Heboh Nelayan Selayar Tangkap Ikan Oarfish, Pertanda Gempa dan Tsunami Dahsyat?
Hal ini membuat harimau sulit mendapatkan mangsa sehingga berjalan ke luar habitat mencari mangsa lain. Sementara itu pada tahun 2016 lalu, BKSDA menemukan tujuh kepala kambing hutan hasil perburuan manusia yang menjadi bukti maraknya perburuan liar.
“Babi hutan juga, tiap minggu terus menjadi perburuan oleh pemburu. Jadi dugaannya juga ke situ, ada rantai makanan mereka (harimau) terganggu. Karena maraknya perburuan pakan harimau. Orang ini sudah dikasih nasi mau memburu makanan lain,” kata Martialis.
Gubernur Sumsel harus lebih peduli

Banyaknya korban serangan hewan buas mencuri perhatian anggota DPRD Sumsel, Budiarto Marsul. Budiarto mendesak Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk peduli terhadap masalah ini dan segera mencari solusi.
Baca juga: Kematian Pamannya Dikaitkan Ilmu Santet, Pria Ini Habisi Nyawa Tetangga Pakai Raket Nyamuk
Hal ini dikarenakan ketakutan masyarakat terhadap serangan hewan buas sudah berdampak pada ekonomi. Banyak lahan warga yang ditinggalkan karena takut apabila diserang hewan buas saat bercocok tanam.
“Rata-rata yang diterkam ini adalah petani. Kita harap ada kepedulian dari pemerintah provinsi karena statusnya sudah mengkhawatirkan. Kita harap pemprov beserta TNI dan Polri dapat turun tangan,” ujar Budiarto yang langsung berbicara dengan Gubernur Sumsel, Jumat (13/12/19).
Pemerintah setempat sudah waktunya turun tangan untuk menemukan solusi dari permasalahan ini. Warga pun kehilangan mata pencaharian karena teror harimau yang masuk ke lahan. Semoga ke depannya pemprov bisa segera menemukan solusinya.