Keroyok Driver Ojol, Para Tukang Parkir Ini Langsung Dijadikan Tersangka

Driver ojol dikeroyok tukang parkir
Driver ojol dikeroyok tukang parkir | www.instagram.com

Driver ojol dikeroyok tukang parkir

Tukang parkir memang dibutuhkan kalau kita pengen ke tempat-tempat ramai, misalnya mall atau objek wisata. Kita bisa dengan tenang meninggalkan kendaraan tanpa takut hilang.

Yang bikin males adalah tukang parkir liar karena mereka tahunya cuma minta duit doang, tapi nggak mau berbuat lebih. Bahkan, tak jarang para tukang parkir liar ini menganiaya orang yang menolak bayar parkir.

Insiden pengeroyokan oleh tukang parkir baru-baru ini terjadi di Makassar. Seorang driver ojek online dikeroyok oleh beberapa tukang parkir liar di Mal Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Beruntung, ada orang yang merekam insiden tersebut hingga akhirnya viral di media sosial. Polisi pun bergerak cepat dan langsung mengamankan para pelaku. Tidak lama kemudian, beberapa pelaku yang telah ditangkap langsung dijadikan tersangka.

Mereka dianggap terbukti telah menganiaya seorang driver ojol hingga lebam. Salah seorang pelaku yang bernama Tiar juga mengakui kepada polisi bahwa dia telah memukul driver ojol. Dia memukul driver tersebut memakai helm dan juga balok.

View this post on Instagram

Anggota Resmob Polsek Panakkukang di backup Jatanras Polrestabes Makassar mengamankan tujuh orang terduga pelaku pengeroyokan pengemudi ojek online (ojol), yang terjadi di pelataran parkir Carrefour, Mall Panakkukang (MP), Senin (13/5/2019) malam. . Penangkapan dipimpin langsung Kanit V Jatanras Iptu Eka Bayu B S.iK dan Panit Resmob Panakkukang Ipda Roberth Harianto Siga. . Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi mengatakan, dua diantaranya lebih dulu diamankan di lokasi kejadian, sementara lima lainnya diciduk di lokasi berbeda. “Ada dua yang lebih dulu diamankan. . S Menyusul lima pelaku lainnya. Mereka sementara masih menjalani pemeriksaan. Mereka semua berprofesi sebagai juru parkir,” kata Ananda. . Adapun tujuh pelaku, masing-masing berinisial (37), Aw (29), Ku alias Ut (23), Dg Ag (45), Ba (30), Sa (40) serta He (32). Mereka merupakan warga Jl Seruni, Kota Makassar. . Sekedar diketahui, kasus pengeroyokan pengemudi ojol diduga dipicu persoalan parkir, dimana korban menolak membayar jasa parkir dengan alasan hanya menunggu orderan. . Pengeroyokan tersebut, juga sempat memicu reaksi dari sejumlah rekan korban sesama pengemudi ojol, hingga berbuntut saling serang. (Hajji Taruna) . Artikel : Makassar Today

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Selain Tiar, ada juga tersangka Hendra yang mengakui kalau dia memukul dan bahkan membawa busur saat kejadian tersebut. Beruntung nggak ada orang yang terkena panah dari busurnya tersebut.

Pengeroyokan sendiri terjadi karena hal yang sangat sepele. Menjelang berbuka puasa, seorang driver ojol mendapat orderan dan menunggu customer di bawah terowongan Mal Panakkukang.

Baca juga: Alami Kecelakaan, Driver Ojol Ini Tetap Setia Menemani Customernya

Namun, tukang parkir liar di tempat itu tidak terima dan meminta driver itu agar pergi. Driver berusaha membujuk dengan mengatakan dia tidak akan lama karena hanya menunggu customer doang.

Tapi, tukang parkir malah langsung melayangkan pukulan. Setelah itu, sekitar 5-6 orang tukang parkir lainnya berdatangan dan ikut memukuli driver ojek online yang tak bersalah itu.

Insiden pemukulan ini sempat membuat rekan sesama driver ojol mengamuk. Mereka tak terima rekannya dipukul tanpa alasan yang jelas. Mereka datang ke lokasi kejadian dan terlibat perkelahian dengan para tukang parkir.

Dalam video yang sempat beredar, para pelaku bentrokan membawa senjata tajam berupa parang dan juga busur untuk menyerang musuhnya.

Artikel Lainnya

Driver ojol yang menjadi korban pemukulan telah melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwenang. Dia berharap para pelaku ditindak sepadan dengan perbuatan kasarnya. Dishub Makassar kini mengambil alih parkir di lokasi kejadian tersebut.

Serem juga sih ya kalau banyak preman kayak gini. Seakan-akan seisi jalanan adalah milik mereka dan harus dijadikan komoditas ekonomi. Kalau menurut kamu gimana, nih?

Tags :