Dikeluarkan dari SMA Al Azhar Karena Berkata Kasar Ke Guru, Pelajar Ini Cuma Bisa Menangis dan Meminta Maaf

Bikin heboh dulu, baru minta maaf

Beberapa waktu lalu viral sebuah video yang lagi-lagi mencoreng dunia pendidikan di Indonesia. Seorang pelajar merekam video ketika dia mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada guru yang sedang memberi penjelasan kepada murid lain. Peristiwa yang terjadi di SMA Al-Azhar, Kepala Gading, Jakarta Utara ini tak ayal membuat netizen geram dan melayangkan hujatan kepada pelajar tersebut.

Video ini juga menuai reaksi keras dari sekolah dan akhirnya si pelaku mengundurkan diri dari sekolah. Kepala Sekolah yang bernama Sumanto menyayangkan adanya kejadian ini. Mereka kemudian meminta penjelasan dari guru yang mengajar dan juga murid yang bersangkutan. Menurut Sumanto, saat itu sang guru tidak menyadari kalau ada seorang murid yang sedang merekam dalam kegiatan belajar mengajar.

Guru diumpat oleh murid |

Kemudian terkuak bahwa peristiwa yang terjadi pada 19 Februari 2019 ini bukanlah video asli melainkan sudah didubbing. Siswa itu merekam video di sekolah dan kemudian melakukan editing pada malam harinya dengan menambahkan dubbing suaranya sendiri. Semua ini dia lakukan hanya atas dasar keisengan semata. Begitu juga ketika mengunggahnya ke media sosial Instagram.

Tidak ada tujuan lain selain untuk lucu-lucuan aja. Jadi, sebenarnya di kelas itu tidak terdengar kata-kata kasar seperti yang terucap di video tersebut. Itulah sebabnya si guru tetap menjelaskan dengan santai meskipun kata-kata umpatan terdengar keras dalam video tersebut. Si guru bahkan tidak sadar kalau dirinya sedang direkam murid lain karena dia sedang fokus menjelaskan.

Artikel Lainnya
Klarifikasi kepala sekolah |

Video itu kemudian menyebar dengan narasi kalau umpatan itu terjadi secara langsung. Meski hanya dubbing, apa yang dilakukan oleh murid itu tetap tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, pihak sekolah tidak bisa mempertahankan dirinya. Remaja itu pun mundur dari sekolah. Menurut penjelasan Sumanto, remaja itu telah meminta maaf dan sambil berurai air mata dia menyesali perbuatannya.

Orangtua siswa juga sudah datang ke sekolah dan meminta maaf secara pribadi karena telah menimbulkan polemik dan berpotensi mencemarkan nama baik sekolah. Orangtuanya kemudian menuliskan surat pengunduran diri dan berencana untuk memindahkan anaknya ke pesantren supaya dididik lebih baik lagi.

Orangtuanya menyampaikan surat permohonan maaf atas kejadian itu kepada sekolah dan siap menerima sanksi apapun dan siap bekerja sama untuk ke depannya. Kami dari sekolah juga Insyaallah untuk masa depan anak kami juga memberikan kemudahan untuk administrasi," jelas Sumanto.

Pihak sekolah juga sudah melaporkan kejadian ini kepada Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara dan menegaskan bahwa persoalan ini sudah selesai dan situasi di sekolah telah kondusif. Jadi, sebelum berbuat sesuatu, apalagi yang kontroversi, mending kamu pikirin baik-baik dulu deh dampaknya. Jangan main unggah aja kalau tidak siap dengan konsekuensinya.

Tags :