Selalu Ungguli Prabowo-Sandi, Kini Jokowi-Ma’ruf Terancam Kalah?

Survei ini membuktikan Jokowi-Ma'ruf terancam kalah di Pilpres 2019

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin terancam kalah di Pilpres 2019! Ini berdasarkan hasil survei Pilpres 2019 yang dilakukan oleh Puskapktis. Lemaga survei Puskaptis mengeluarkan hasil survei mengenai tingkat keterpilihan atau elektabilitas kedua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden.

Hasil survei Puskaptis menunjukkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan 45,90 persen. Sedangkan pasangan calon nomor urut 02 memperoleh 41,80 persen suara, sedangkan sebanyak 12,30 persen suara masih belum menentukan pilihan atau bisa disebut swing voters.

Joko Widodo dan Prabowo Subianto | kumparan.com

Hasil ini membuktikan jarak elektabilitas pasangan 01 dan 02 hanya tinggal 4,1 persen. Menurut penuturan Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid mengatakan banyak alasan yang membuat responden memutuskan kemudian memilih Prabowo-Sandi.

"Di antaranya menginginkan perubahan dan presiden baru, sosok Prabowo-Sandi dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini serta memiliki karakter tegas dan berwibawa," katanya dalam siaran persnya (Tribunnews.com)

Pemilih Jokowi kebanyak mereka yang menganggap calon petahana tersebut mampu melanjutkan pembangunannya yang sudah dilakukan sekarang, merakyat, dan lebih berpengalaman dibanding lawannya. Selisih elektabilitas tersebut menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kebijakan ekonominya rendah. Masih dalam survei Puskaptis sebesar 46,61 persen suara menginginkan Jokowi terpilih menjadi Presiden lagi.

Husin Yazid | detikriau.org
Artikel Lainnya

Persentase tersebut bukanlah parameter yang aman bagi calon Presiden dan calon Wakil Presiden, apalagi sebagai seorang petahana.

"Perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10 persen dapat disimpulkan belum unggul secara signifikan dari calon pasangan nomor 2, mengingat waktu masih tersisa tiga bulan kedepan. Artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan Prabowo-Sandi, " pungkasnya.

Puskaptis melakukan surveinya mulai dari 8 sampai 14 Januari 2019. Survei dilakukan di 34 provinsi yang semuanya memiliki hak pilih dalam Pilpres 2019 yakni semua warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun dan sudah terdaftar di KPU sebagai pemilih saat survei dilakukan.

Metode yang digunakan dalam survei Puskaptis adalah metode random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RT/RW dengan penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan. Responden yang diambil seluruhnya berjumlah 2100. Responden ditentukan secara sistematis, dengan margin error + 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Hasil Quick Count Puskaptis saat Pilpres 2014 | pemilu.tvonenews.tv

Lembaga survei Puskaptis sebelumnya pernah menjadi sorotan di Pilpres 2014 lalu karena hasil quick countnya yang pada saat itu ditayangkan di TV One dengan hasil Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menang atas Jokowi dan Jusuf Kalla. Berbanding terbalik dengan hasil resmi yang dikeluarkan KPU.

Sejak saat itu Perhimpunan Survei dan Opini Publik (Persepi) pun menjatuhkan saksi mengeluarkan lembaga Puskaptis dari organisasi setelah menolak diaudit karena hasil Quick Countnya di Pilpres 2014 .

Dalam mendekati Pilpres 17 April 2019 nanti memang banyak survei yang bertebaran, melalui lembaga survei maupun survei yang dibuat di media sosial. Lalu untuk memastikan ke validan survei tersebut, sebaiknya mencari sumber dan melihat kredibilitas lembaga surveinya yah guys.

Tags :