Membantah Pro Prabowo dan Sebut Dirinya Pengkritik Kekuasaan, Siapa Sebenarnya Sosok Rocky Gerung?

Rocky Gerung saat menghadiri acara Partai PKS | www.republika.co.id

No Rocky, No Party!

Ketika kita membicarakan kontestasi politik 2019 kali ini, ada seorang pria yang mencuri perhatian. Dirinya sering muncul dalam salah satu acara TV yang dipandu Karni Ilyas. Bahkan, namanya menjadi yang paling ditunggu, yakni Rocky Gerung.

Rocky Gerung memang menjadi sosok yang cukup mengundang kontroversi, bukan hanya untuk para pendukung Jokowi, tapi juga para pendukung Prabowo. Pendapatnya yang kritis memang selalu memanaskan suasana dan membuat perdebatan menjadi panas.

Tidak heran yel No Rocky, No Party sering terucap dari pendukungnya. Lalu, siapakah sebenarnya sosok Rocky Gerung ini?

1.

Seorang filsuf yang terjun sebagai pengamat politik

Rocky Gerung saat memberikan pengarahan dalam acara Pelindo III | www.pelindo.co.id

Rocky Gerung lahir pada 20 Januari 1959 di Manado. Dia menamatkan pendidikannya di Universitas Indonesia (UI) dengan menyandang gelar Sarjana Filsafat. Mengambil jurusan yang dikenal cukup rumit, membuat Rocky memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat tajam.

Tidak heran dia lalu menjadi salah satu tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Budaya UI. Karirnya makin melejit ketika dirinya masuk dalam jajaran peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rocky menjadi sosok yang lebih kritis dan mulai dikenal sebagai pengamat politik Indonesia.

2.

Menyebut dirinya sebagai seorang pengkritik kekuasaan

Sosok Rocky Gerung yang memposisikan diri sebagai pengkritik penguasa. | news.detik.com

Dilansir dari detik.com pada Sabtu (26/1) kemarin, Rocky Gerung mengatakan jika dirinya merupakan pengkritik kekuasaan. Menurutnya, dia akan mengkritik siapapun yang memimpin Republik Indonesia. Inilah yang menjadi alasan dirinya selalu bertentangan dengan pemerintahan dan Presiden Joko Widodo.

3.

Membantah ketika dikaitkan sebagai pendukung Prabowo

Selalu menganggap dirinya netral dan tidak mendukung siapapun. |

Seringnya Rocky mengkritik pemerintahan dan Presiden Jokowi, membuat banyak orang berasumsi jika dia adalah seorang yang pro Prabowo. Namun, Rocky secara terang-terangan mengaku jika dirinya bukan pendukung Prabowo dan akan mengkritik Prabowo habis-habisan ketika menjadi presiden.

“Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak digital hari ini,” ucap Rocky usai menghadiri deklarasi nasional alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk pemenangan Prabowo-Sandi,dilansir dari detik.com.

4.

Dikenal setelah menjadi narasumber akademis di acara Indonesia Lawyer Club

Rocky saat menjadi narasumber acara debat Indonesia Lawyer Club di TvONe. | twitter.com

Nama Rocky benar-benar mulai dikenal masyarakat ketika sosoknya muncul di layar kaca lewat acara Indonesia Lawyer Club (ILC). Dalam acara ini pun, Rocky kerap memberikan pendapat yang filosofis dan konsep-konsep yang tidak umum. Namun, hal ini justru memberi Rocky kredibilitas sebagai kritikus ulung di mata masyarakat.

Tidak jarang dia mengeluarkan pernyataan-pernyataa yang kontroversial ketika dimintai pendapat oleh Karni Ilyas selaku tuan rumah acara ILC.

5.

Pernyataan kontroversi Rocky Gerung pada Prabowo

Rocky Gerung juga pernah memberikan pernyataan kontroversi untuk Prabowo | twitter.com

Sosok Rocky Gerung memang sangat menarik. Banyak pernyataan kontroversialnya yang sudah didengar publik, dari yang menyerang Jokowi hingga Prabowo. Seperti dilansir dari Tribunnews.com pada 5 Desember 2018, terkait pernyataan Rocky yang tidak akan mengkritik Prabowo sekarang ini.

“Kalau saya tidak netral, karena saya tidak mengkritik Prabowo, saudara sendiri bilang Prabowo tidak punya prestasi, ngapain saya kritik orang yang tidak punya prestasi,” ucap Rocky saat terlibat perdebatan panas dengan Boni Hargens di acara ILC membahas Reuni 212.

6.

Kritikan pedas pada Jokowi yang penuh kontroversi

Dikenal dengan kritikan super pedasnya yang penuh filosofi. | www.cnnindonesia.com

Rocky memang sangat berfokus mengkritik pemerintahan karena itu memang tujuannya selama ini. Tidak heran dia juga kerap memunculkan kritik-kritik yang penuh kontroversi, salah satunya terkait tentang penguasa adalah pembuat hoax terbaik.

“Pembuat hoax terbaik adalah penguasa,” ucap Rocky Gerung dengan lantang saat berada dalam diskusi ILC membahas tema Hoax pada 17 Januari 2017, dilansir dari Republika.co.id.

Artikel Lainnya

Sosok Rocky Gerung memang penuh kontroversi. Namun, pernyataan-pernyataannya memang kerap menjadi bumbu penyedap kontestasi politik Indonesia beberapa waktu belakangan. Kini, kita akan melihat sebarapa netral sikap pengkritik penguasa, Rocky Gerung, setelah pemilu 2019 berlangsung.

Mau Prabowo, mau Jokowi, tetap No Rocky No Party!

Tags :