Ramai Protes Pekerja Asing, Mahathir: Suku Melayu Miskin Karena Tak Mau Kerja Keras!

Malaysia Diserbu Pekerja Asing, Mahathir Salahkan Etos Kerja Suku Melayu
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menanggapi isu pekerja asing penuhi Malaysia. | channelnesasia.com

Isu soal pekerja asing semakin panas dan menuai protes, Mahathir Mohamad sindir suku Melayu asli di Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menanggapi isu panas terkait pekerja asing yang memenuhi lapangan pekerjaan Malaysia beberapa tahun terakhir.

Dia menilai jika etos kerja suku Melayu di Malaysia jadi penyebab mereka kalah bersaing dengan pekerja asing hingga tak bisa keluar dari jerat kemiskinan.

Seperti apa pernyataan kontroversial Mahathir menanggapi isu pekerja asing di Malaysia ini? Berikut laporannya.

1.

Mahathir sindir etos kerja suku Melayu

Malaysia Diserbu Pekerja Asing, Mahathir Salahkan Etos Kerja Suku Melayu
Mahathir Mohamad menyindir etos kerja suku Malaysia yang buruk. | www.aljazeera.com

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (8/9), Mahathir menyindir etos kerja suku Melayu melalui blog pribadinya seperti dikutip dari South China Morning Post.

Mahathir pun menegur suku Melayu agar berhenti melakukan protes kemarahan terkait pekerja asing dan meminta agar lebih bekerja lebih keras untuk mencapai kesuksesan.

“Suku Melayu perlu menyadari apa yang terjadi kepada mereka. Sangat disayangkan, sejauh ini mereka belum sadar,” ungkapnya.

“Suku Melayu masih enggan bekerja dan membiarkan warga asing mengerjakannya, sehingga warga asing membeludak mendatangi Malaysia,”

Baca Juga: Sedotan Plastik Dimusuhi, Kini Muncul Sedotan dari Pasta!

2.

PM Malaysia berharap suku Melayu segera sadar dan mulai bekerja keras

Malaysia Diserbu Pekerja Asing, Mahathir Salahkan Etos Kerja Suku Melayu
Sejumlah warga Malaysia melakukan demo menolak kebijakan ICERD. | www.scmp.com

Pria yang kerap disapa Dr M itu lalu memberikan angka jumlah pekerja asing yang masuk ke Malaysia dalam beberapa tahun terakhir. Angka ini pun diprediksi akan terus meningkat.

“Tujuh juta jumlah mereka (pekerja asing) di negara kita. Apa yang terjadi dengan suku Melayu jika mereka tidak kunjung sadar,” sindir Mahathir.

Dia menyatakan jika nasib bangsa Melayu ada di tangannya sendiri dan tidak ada pengaruh dari semakin banyaknya pekerja asing yang hadir di Malaysia.

Mahathir lalu meminta agar perubahan etos kerja segera dilakukan jika suku Melayu tidak ingin terjebak dalam kemiskinan.

“Nasib kita ada di tangan kita sendiri. Marah kepada yang lain tidak menyelesaikan persoalan. Suku Melayu tetap miskin karena tidak mau bekerja keras dan serius berbisnis,”

Baca Juga: Daftar 140 Kota Layak Huni di Dunia Rilis, ini Peringkat Jakarta!

3.

Isu pekerja asing jadi perdebatan panas di Malaysia

Malaysia Diserbu Pekerja Asing, Mahathir Salahkan Etos Kerja Suku Melayu
Kebijakan ICERD menjadi salah satu isu yang ditolak oleh kelompok oposisi Mahathir Mohamad. | www.malaysiakini.com

Isu kehadiran pekerja asing terus digaungkan oleh dua partai oposisi yaitu Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam se-Malaysia (PAS).

Kedua partai ini pun dikabarkan siap melakukan aksi protes terkait kebijakan pekerja asing untuk menyelamatkan suku Melayu asli dari bahaya pengangguran di masa depan.

Aksi demo menuntut lapangan pekerjaan itu dikabarkan akan dilakukan pada 14 September mendatang.

Artikel Lainnya

Kemunculan pekerja asing memang sedang menjadi isu politik yang ramai dan panas untuk diperbincangkan di kawasan Asia Tenggara.

Namun, Mahathir Mohamad menilai semakin banyaknya pekerja asing lebih dikarenakan etos kerja masyarakat yang kurang bekerja keras di Indonesia.

Setali tiga uang, pernyataan kontroversial Mahathir juga seakan menampar etos kerja masyarakat Indonesia yang tidak berbeda jauh dengan suku Melayu.

Semoga ke depan tidak hanya Malaysia yang bisa merubah etos kerja ini, tapi juga masyarakat Indonesia.

Tags :