PM Jepang Tunjuk ‘Menteri Kesepian’, Apa Tugasnya?

Perdana Menteri Jepang
Perdana Menteri Jepang | www.dnaindia.com

PM Jepang menunjuk ‘Menteri Kesepian’ ditengah pandemi Covid – 19

Pandemi Covid – 19 yang melanda dunia rupanya turut membawa dampak negatif bagi kesehatan mental seseorang. Banyak orang yang mengalami depresi akibat menjalani aktifitas dalam kondisi terisolasi. Dalam hal ini, Jepang mengakui bahwa masalah ini menjadi masalah yang cukup pelik bagi warganya. Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga menunjuk Menteri Revitalisasi Regional, Tetsushi Sakamoto sebagai ‘Menteri Kesepian’.

1.

Tugas Menteri Kesepian

Perdana Menteri Jepang
Menteri Kesepian, Tetsushi Sakamoto | www.wionews.com

Sakamoto ditunjuk oleh PM Suga untuk membantu dan mengatasi masalah kesepian kronis akibat isolasi yang dijalankan Sebagian masyarakat Jepang selama pandemi. PM Suga berharap Sakamoto dapat mengidentifikasi masalah dan mempromosikan aturan kebijakan yang komprehensif.

2.

Masalah warga Jepang kesepian

Perdana Menteri Jepang
Warga Jepang | www.nytimes.com

Dalam sebuah konferensi pers, Sakamoto berharap dapat memberlakukan kegiatan untuk mencegah kesepian dan isolasi sosial. Selain itu, ia juga berharap dapat menjaga hubungan antar manusia. Ia juga mengatakan dirinya kemungkinan akan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan terkait pencegahan bunuh diri dan kementerian pertanian di bank makanan.

“Kami akan mengerjakan dengan pendekatan komprehensif untuk menangani masalah bunuh diri ini,” ujar Sakamoto.

3.

Kasus bunuh diri meningkat

Perdana Menteri Jepang
Ilustrasi : depresi | kokujapan.com

Dilansir dari CNBCIndonesia, Jepang mencatatkan angka kematian akibat bunuh diri pada tahun 2020 sebanyak 2.153 kematian pada bulan Oktober. Sedangkan, angka kematian akibat Covid – 19 sendiri berada di angka 2.087 kasus pada bulan November 2020. Penunjukan Sakamoto ini juga diberlakukan karena laporan yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus bunuh diri di Jepang selama setahun terakhir.

Artikel Lainnya

Dilansir dari Kompas, mayoritas angka bunuh diri di Jepang diisi oleh para wanita dan kaum muda. Peneliti berpendapat bahwa banyaknya wanita yang bunuh diri selama pandemi diduga diakibatkan wanita cenderung lebih banyak bekerja di sektor ritel dan jasa sehingga di masa pandemi ini mereka menjadi depresi karena kehilangan pekerjaannya.

Tags :