Kisah Pilu Kerusuhan 22 Mei, Pemilik Warung Harus Relakan Dagangannya Ludes Dijarah Massa

Aksi 22 Mei
Dampak kerusuhan 22 Mei |

Usma, pemilik warung di jalan Wahid Hasyim alami kerugian akibat penjarahan massa

Kerusuhan 22 Mei meninggalkan sisa dan luka bagi masyarakat Jakarta. Tidak hanya bagi mereka yang terlibat dalam aksi kerusuhan itu secara langsung atau warga sekitar yang kehidupannya sangat terganggu oleh adanya kericuhan tersebut, namun termasuk juga para pedagang yang tokonya habis dijarah oleh perusuh.

Salah satu pemilik toko kelontong yang harus mengalami kerugian besar adalah Usma, seorang pria 64 tahun dari Kuningan. Toko kelontong miliknya habis dijarah dan dirusak oleh massa perusuh, semua barang dagangannya ludes tak bersisa.

Aksi 22 Mei
Pemilik warung alami kerugian sampai 20 juta akibat kerusuhan |

Pada awalnya, Usma berada di pospol di samping kiosnya tempat ia biasa menumpang tidur. Saat kerusuhan semakin memanas pada pukul 23.30, polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau perusuh. Usma yang tak tahan akan gas air mata tersebut lantas lari meninggalkan kiosnya yang sudah dikunci.

Dilansir dari IDN Times, paginya saat Usma kembali ke kiosnya pada pukul 05.30, ia kaget melihat pospol tempatnya beristirahat dibakar dan kiosnya sudah kosong dijarah massa.

Baca Juga: Rugi 50 Juta Karena Warung Kopinya Dijarah Saat Kerusuhan 22 Mei, Rajab : Mulai Dari Nol Lagi

Meski kiosnya tak dibakar, namun kerugian Usma tak main-main. Ia mengaku kerugian yang dialaminya mencapai 20 juta lantaran rokok yang tersedia di kiosnya cukup mahal dan kini sudah habis semua dijarah oleh massa.

“Padahal posisi barang dikunci, dibuka paksa. Barang sekitar Rp20 juta habis. Soalnya rokok mahal semua. Rokok, kopi, minuman habis. Rokok sisa 2 bungkus,” ucap Usma dikutip dari IDN Times.

Kemalangan Usma tak berhenti di situ, ia juga mengaku kehilangan seluruh pakaiannya kecuali apa yang melekat di badannya sekarang. Hal ini disebabkan karena pospol tempat Usma menumpang tidur, hangus dibakar beserta seluruh pakaian dan celananya yang ikut terbakar.

“Selama ini saya numpang di Pospol, saya bantu-bantu juga di sana. Sekarang hilang semua baju saya di sana habis kebakar,” Tutur Usma pilu dikutip dari Liputan6.

Baca Juga: Pasca Kerusuhan 22 Mei, Ini Kisah Petugas Oranye yang Turun Bersihkan Sisa-Sisa Kericuhan

Usma juga mengaku telah melaporkan penjarahan tokonya ini ke pihak kepolisian.

Lalu, apa yang akan dilakukan Usma setelah kiosnya ludes dan kehilangan semua barang yang ia simpan di pospol?

Disitir dari Liputan6, Usma mengaku akan pulang ke kampung halamannya saja di Kuningan hari ini. Kepulangannya ini ia lakukan untuk menenangkan diri dan mengumpulkan modal kembali guna berjualan lagi di Jakarta.

“Saya mau mudik saja dulu, biar tenang dan cari modal lagi,” ucap Usma.

Artikel Lainnya

Nahasnya, Usma bukan satu-satunya pedagang yang tokonya menjadi sasaran amuk dan penjarahan massa. Beberapa pedagang lain pun mengalami nasib serupa, bahkan ada yang tokonya sampai dibakar oleh massa.

Penghidupan mereka harus hangus lantaran pertikaian politik dan aksi demonstrasi yang diklaim untuk membela hak-hak rakyat seperti Usma.

Tags :