ISIS Umumkan Kalah Total, Ini 6 Aturan yang Pernah Mereka Berlakukan Saat Masih Jaya!
25 Maret 2019 by Titis Haryo
Bikin seluruh warga nggak betah!
Pada Sabtu (23/4), Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang mendapatkan dukungan Amerika Serikat megumumkan jika ISIS telah berhasil dikalahkan secara total.
Kekalahan ISIS ini pun diakhiri dengan bom bunuh diri 3 militan terakhirnya yang tersisa di Irak Utara. Serangan ini menjadi serangan terakhir setelah lima tahun perlawanan ISIS.
ISIS sendiri dikenal memiliki aturan yang keras dan ketat pada setiap warga yang berada di kekuasaannya. Namun dengan kekalahan telak ini, maka aturan-aturan mengerikan yang mereka buat juga ikut berakhir.
Lalu seperti apa sih kekejaman aturan ISIS sampai bikin semua orang menderita dan nggak betah?
Legalkan perbudakan

Dilansir dari Kompas, Minggu (24/4), ISIS memiliki wilayah sebesar negara Inggris dengan 7 juta populasi pada awal kejayaannya.
Populasi yang begitu besar ini membuat ISIS melegalkan perbudakan dalam wilayahnya. Salah satu etnis yang sering perjualbelikan oleh ISIS adalah penduduk asli Yazidi yang menganut agama kuno.
PBB sendiri sudah memutuskan ISIS sebagai pelaku genosida karena tidak hanya menjual belikan penduduk Yazidi, mereka juga membantai ribuan anak laki-laki dan menjadikan anak perempuan sebagai budak seksnya.
“Kami melakukan semua yang mereka minta,” ucap Bessa Hamad, warga Yazidi Irak yang sudah dijual enam kali oleh para anggota ISIS.
Berhitung menggunakan bom

Aturan doktrin juga diterapkan oleh anggota ISIS pada seluruh warganya agar membenci komunitas yang bertentangan dengan mereka.
Para penduduk Yazidi yang selamat pun didoktrin untuk selalu berperang dan berjuang untuk ISIS.
Salah satu cara pendoktrinannya adalah dengan menerapkan senjata dan granat sebagai alat peraga hitung dalam pelajaran matematikannya.
Baca Juga: Melawan Mati-matian, ISIS Gunakan Taktik Perisai Manusia. Tak Berperikemanusiaan!
Hukuman cambuk

ISIS juga diketahui menerapkan hukum-hukum kekhalifahan seperti hukuman cambuk pada seluruh warganya.
Setiap orang yang kedapatan nafasnya memiliki bau rokok atau alkohol harus siap menerima hukuman cambuk dan juga denda.
Bakar buku hingga larangan musik dan tari

ISIS juga menerapkan aturan jika barang-barang yang berhubungan dengan duniawi adalah berhala. Mereka tidak segan membakar buku dan melarang aktivitas seperti menari dan juga musik.
Sehingga, setiap hari negara-negara yang dikuasai oleh ISIS tidak akan bisa bebas mendengarkan musik dan membaca buku. Jika ketahuan melanggar, hukuman berat cambukan akan langsung dilayangkan.
Baca Juga: Tragis dan Mengenaskan, Ini Kisah Para Pengungsi ISIS Hidup dalam Peperangan
Hukuman mati

Dilansir Kompas, ISIS menjalankan peradilannya sendiri dengan menegakkan peratuan syariat ‘kekhalifahan’. Mereka pun tidak segan memberikan hukuman pada mati pada setiap warganya.
Salah satunya adalah aturan pada orag yang melakukan perzinaan atau memiliki kecenderungan homoseksual, maka mereka akan disiksa dan mendapatkan hukuman mati.
Penjara untuk penunggak utang

ISIS juga memberlakukan pajak pada setiap negara yang berada dalam wilayahnya. Pajak tersebut diketahui sangat memberatkan karena dilakukan secara paksaan.
Setiap warga yang melakukan penunggakan utang harus siap untuk dipenjara karena itu dianggap sebagai pelanggaran berat.
Kekejaman ISIS dalam mengatur wilayahnya memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi.
Kini, semua cerita kekejaman itu akhirnya berakhir. Markas terakhir ISIS di Baghouz, Suriah pun telah hancur. Para militan ISIS yang tersisa juga sudah menyerahkan diri pada pasukan SDF.
Semoga ISIS tidak pernah bangkit lagi agar kedamaian dunia bisa tercipta tanpa harus ada perang yang pecah.