Jual Rumah Rp 6 Miliar demi Gabung ISIS, Insinyur Asal Jaksel Berujung Dipenjara

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar pejuang ISIS | ahvalnews.com

Terungkap! Ternyata segini gaji menjadi anggota ISIS.

Sebuah kasus cukup unik terjadi di Indonesia, di mana ada warga Kemang, Jakarta Selatan, Arpiet Mahfuz Fitri Kemora menjual rumah mewahnya agar bisa bergabung dengan anggota ISIS lainnya.

BACA JUGA: Bikin Geleng Kepala, 5 Status Facebook Bapak-Bapak Ini Kocak Abis

1.

Berencana membawa seluruh keluarganya namun digagalkan polisi

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar pejuang ISIS | www.armytimes.com

Arpiet Kemora alias Abu Naufal, rela menjual rumahnya senilai Rp 6 miliar untuk muluskan rencananya bergabung kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). Ia juga berencana bergabung menjadi anggota ISIS bersama dengan keluarganya.

Namun, belum sampai aksinya berhasil, Arpiet Kemora sudah diamankan oleh polisi, dan sudah divonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 31 Maret 2021 lalu.

BACA JUGA: Tanggapi Pernikahan Gay di Thailand, Warganet Indonesia Menghujat Sampai Ancam Membunuh

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun," kata ketua majelis Yudisilen dengan anggota Alex Adam Faisal dan Nun Suhaini.

Menurut Hakim, ia terbukti secara sah melakukan tindakan pidana terorisme, menurut pasal 15 Jo Pasal 7 UU Nomor 15, tahun 2003 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU dalam dakwaan alternatif kesatu.

Artikel Lainnya
2.

Masjid di Jakarta Selatan menjadi tempat awal kajian hingga rumahnya dijadikan markas

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar pejuang ISIS | english.alarabiya.net

Menurut putusan pengadilan, upaya Arpiet berawal tahun 2008 ketika ia mengikuti pengajian garis keras yang bertempat di Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan klaim dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), acara tersebut digawangi oleh Abu Jibril dan Abu Bakar Ba'asyir, lalu Arpiet dikenalkan pada keduanya.

Setelah itu, rumah Arpiet di Pejaten Barat dijadikan markas Kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) wilayah Jakarta. Arpiet juga bergabung dengan JAT, dan melakukan baiat kepada kelompok JAT. Ia menyumbangkan dana untuk kegiatan JAT, termasuk i'dad atau pelatihan militer di daerah Aceh.

BACA JUGA: Kepergok Intip Istri Orang Pipis di Toilet SPBU, Pria Ini Malah Menciut Saat Diamuk

Tahun 2014, Abu Bakar Ba'asyir selaku pemimpin JAT, memerintahkan semua anggota JAT termasuk Arpiet melakukan hal yang serupa.

3.

Menjual rumah mewah di Pejaten Barat agar menjadi anggota ISIS

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar pejuang ISIS | www.almasdarnews.com

Hingga pada tahun 2016, Arpiet bersama istrinya, Poppy Pasaribu, dan dua anaknya berangkat ke Turki, dan tinggal sementara di apartemen hotel dekat Masjid Biru.

Sebelum berangkat, ia menjual dua mobilnya dan laku Rp 160 juta. Selama satu tahun di Turki, Arpiet menggunakan visa dan mengurus izin untuk berupaya gabung ISIS di Suriah.

Pada Agustus 2016, Arpiet membeli apartemen di Istanbul Turki dengan menjual rumahnya di Pejaten Barat seharga Rp 6 miliar. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia, untuk mengurus berbagai surat seperti KTP, untuk membuka rekening.

Pada 22 Februari 2017, Arpiet berangkat ke Turki tanpa membeli tiket pulang. Ia meghubungi saksi Uzair yang berada di Indonesia dan meminta mencarikan apartemen di Turki.

Keduanya pun bertemu, lalu melakukan pengecekan, dan membayar DP sebelum akhirnya Uzair kembali ke Indonesia.

4.

Sempat dideportasi dan akhirnya berhasil ditangkap

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar pejuang ISIS yang akhirnya ditangkap | www.huffingtonpost.com

Namun saat kembali, dokumen perjalanan Uzair bermasalah. Ia lantas dideportasi, dan istrinya diamankan pihak Turki.

Pada 20 November 2018, mereka dideportasi ke Indonesia. Kantor imigrasi Turki juga megamankan Arpiet, dan memasukannya ke tempat penahanan hingga tahun 2019.

Arpiet yang belum berhasil ke Suriah, tahun 2020 kembali ke Indonesia, namun ia berhasil ditangkap melalui jalur Istanbul, Malaysia, Indonesia, oleh kepolisian Indonesia.

5.

Anggota ISIS digaji dengan uang seperti pegawai

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar pejuang ISIS yang membawa seluruh keluarganya | www.almasdarnews.com

Menurut laporan intelijen AS, jumlah pejuang militan ISIS kira-kira telah mencapai 20.000 hingga 31.000 jiwa. Tampaknya, pejuang yang jumlahnya hingga puluhan ribut itu juga digaji layaknya seorang pegawai.

Bahkan menurut pengakuan dari mantan anggota ISIS, mereka tak hanya digaji dengan uang, namun dirinya juga diberikan 4 gadis sebagai bonus selama bergabung dengan ISIS. Mereka menerima gaji pokok hanya 50 dollar AS per bulan sekitar Rp 700 Ribu, namun angka tersebut terus bertambah hingga mencapai 400 Dollar AS atau sekitar Rp 5,6 juta.

Angka tersebut kabarnya juga mendapat pemotongan sekitar 50% menjadi 200 Dollar AS per bulan, atau sekitar Rp 2,8 juta.

6.

Gadis hasil penculikan dijadikan bonus bagi anggota ISIS

Ilustrasi gambar pejuang ISIS
Ilustrasi gambar wanita-wanita pejuang ISIS | www.ibtimes.co.uk

Selain angka-angka yang disebutkan diatas, sebuah pengakuan dari mantan anggota ISIS bernama Mohammed Ahmed (40) yang tertangkap memberikan pengakuannya di pengadilan Naniwe, Irak.

Dalam pengakuannya pada 2014 silam, Ahmed mengaku juga mendapatkan perempuan cantik dan masih perawan yang diculik dan menjadi tawanan ISIS, yang kemudian disetubuhi.

"Saya diberikan empat gadis yang saya tawan di sebuah rumah kosong. Tiap malam saya setubuhi mereka satu per satu," ujar Ahmed kala itu.

Selain sebelum jumlah yang telah disebutkan tadi, angka tersebut akan bertambah jika anggota ISIS memiliki dua istri masing-masing akan menerima 35 dollar AS, atau sekitar Rp 400 ribu rupiah, dan bonus tambahan 50 dollar AS, atau sekitar sekitar Rp 700 ribu.

Tags :