Disebut Pembohongan Publik Hingga Saksi yang ‘Wow’, Ini Komentar Atas Kesaksian Hairul Anas Suaidi!

Kontroversi kesaksian Hairul Anas Suaidi | Keepo.me

Saksi 02 Hairul Anas Suaidi memberikan pernyataan yang tuai reaksi tokoh

Sidang MK yang digelar pada Rabu (19/06) lalu menyajikan sederet saksi dari 02 termasuk keponakan Mahfud MD, Hairul Anas Suaidi. Kesaksian Hairul menjadi salah satu kesaksian yang menyita banyak perhatian lantaran ia bersaksi bahwa TKN memberikan materi terkait kecurangan dalam pelatihan saksinya.

Hairul Anas Suaidi, sebagaimana yang telah kita ketahui adalah caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang membelot dari partainya dan memilih mendukung paslon 02. Namanya melejit setelah ia diperkenalkan oleh BPN sebagai ahli IT yang membuat robot pemantau Situng KPU untuk mengungkap kecurangan.

Komentar Tokoh atas kesaksian Hairul Anas Suaidi | Keepo.me

Di Sidang MK kemarin, Hairul memberikan kesaksian yang cukup menarik tentang materi pelatihan saksi yang diterimanya sebagai calon saksi dari PBB. Ia menyebutkan dalam kesempatan pelatihan selama dua hari itu ia menerima materi ‘Kecurangan adalah Bagian dari Demokrasi’ oleh Moeldoko.

Kesaksian ini memancing reaksi dan komentar dari beberapa tokoh, termasuk Moeldoko yang namanya dicatut dan Mahfud MD selaku paman dari Hairul Anas Suaidi.

Ketua Panitia Pelatihan Saksi TKN Lukman Edy, mengomentari kesaksian Hairul dengan menyatakan bahwa hairul tidak mengikuti pelatihan saksi tersebut. Menurutnya kesaksian Hairul ini tidak bisa dipegang karena ia tidak ada dalam pelatihan tersebut.

Baca Juga: Saling Serang, Kini Giliran Tim Hukum Jokowi Laporkan Pembawa Amplop Misterius!

“Hairul Anas tidak pernah mengikuti pelatihan saksi. Dia telah melakukan sumpah palsu dan menyebar kebohongan publik,” ucap Lukman Edy dikutip dari CNN Indonesia.

Mahfud MD selaku paman dari Hairul dan mantan Ketua MK juga mengomentari kesaksian Hairul yang dianggapnya masih mentah.

“Tapi soal kesaksiannya (Hairul) sih mentah menurut saya,” ucap Mahfud.

Pendapat ‘mentah’ itu menurut Mahfud MD karena tidak berhasil membuktikan adanya kecurangan. Hairul tidak mengatakan Moeldoko mengajak orang-orang untuk melakukan kecurangan melainkan hanya menyatakan bahwa dalam demokrasi kecurangan itu biasa terjadi.

“Pertama, dia mengatakan ada pidato dari Moeldoko bahwa dalam demokrasi itu biasa curang. Semua orang kan bilang begitu. Tidak hanya Moeldoko. Tetapi Moeldoko kan tidak menyuruh orang curang. Hanya bilang bahwa di demokrasi itu biasa terjadi kecurangan, tapi tidak mengajak curang kan,” Kata Mahfud dikutip dari Suara.

Baca Juga: Keponakan Mahfud MD Jadi Saksi di Sidang MK, Sebut Ganjar Pranowo Pernah Ajarkan Aparat Tak Netral

Moeldoko sendiri menepis tudingan Hairul dengan menjelaskan bahwa ia bukannya mengajak pada kecurangan melainkan mengimbau agar calon saksi harus hati-hati akan kecurangan karena bisa saja terjadi dalam demokrasi.

“Saya (waktu itu) mengatakan kepada (calon) saksi, hey hati-hati dalam sebuah demokrasi yang mengutamakan kebebasan maka kecurangan itu bisa saja terjadi, jadi kamu para saksi harus hati-hati,” Klarifikasi Moeldoko dikutip dari CNN Indonesia.

Komentar Mahfud MD namun berlawanan dengan anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi Iwan Satriawan. Ia menyatakan bahwa persaksian Hairul itu ‘wow’.

“Anda kemarin nggak melihat ya saksi bernama Anas yang dini hari itu. Hairul Anas itu kan saksinya wow itu,” Kata Iwan.

Artikel Lainnya

Senada, peneliti dari Indonesian Legal Roundtable (IRL) Erwin Natosmal menilai bahwa kesaksian Hairul jadi satu-satunya kesaksian yang mengagetkan tidak seperti saksi 02 lainnya yang menurutnya kualitasnya mengecewakan.

“Tapi semalam yang paling update itu yang Hairul Anas. Menurut saya keterangannya agak mengagetkan, seperti membuat, mengonfirmasi apa yang didalilkan oleh para pemohon, tentang bagaimana kecurangan itu dilakukan,” Ucap Erwin dikutip dari Suara.

Tags :