Momen Indah di Tengah Wabah Corona, Umat Muslim dan Yahudi Berdoa Bersama!
31 Maret 2020 by Mabruri Pudyas SalimTidak setiap hal dari wabah corona berdampak buruk.
Tidak bisa dimungkiri dengan penyebaran yang begitu mudah dan cepat, wabah COVID-19 menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang di seluruh dunia. Terlebih lagi lebih berdasarkan data yang dilansir dari Tribunnews (30/3/2020), sudah ada 575.444 kasus yang terkonfirmasi, dengan jumlah kematian yang mencapai 26.654 di dunia.
Meski begitu, tidak setiap hal tentang wabah ini selalu buruk. Kenyataannya, mobilitas manusia yang kini dibatasi justru memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan diri.
Beberapa watu yang lalu muncul kabar bahwa air kanal di Venesia menjadi jernih setelah pemerintah Italia memberlakukan lockdown. Belum lama ini juga muncul kabar tentang penampakan ozon yang mulai kembali pulih.
Momen langka nan indah ternyata juga terjadi di Israel. Momen langka itu terjadi ketika seorang petugas medis yang beragama Islam dan Yahuni tertangkap kamera sedang beribadah bersama di tengah pandemi virus corona. Tentu saja mereka beribadah dengan cara mereka masing-masing.
Baca Juga: Takut Ekonomi Hancur Gara-gara Wabah Corona, Menteri Keuangan Jerman Pilih Bunuh Diri
Avraham Mintz dan Zoher Abu Jama baru saja pergi mengecek panggilan dari seorang wanita berusia 41 tahun yang mengeluh mengalami masalah pernapasan di kota Be'er Sheva, Israel Selatan.
Hingga pada akhirnya, waktu menunjukkan pukul enam sore. Kedua anggota Magen David Adom (MDA), sebuah layanan tanggap darurat di Israel itu menyadari bahwa itulah satu-satunya kesempatan bagi mereka untuk beristirahat. Karena itu, mereka kemudian menepikan kendaraannya untuk berdoa.
Baca Juga: 14 Persen Pasien Sembuh di China Kembali Terinfeksi Corona, Ada Second Wave?
Mintz, 42 tahun, adalah seorang Yahudi religius. Ia memanfaatkan waktu istirahat itu untuk berdoa dengan cara berdiri di dekat mobil ambulans yang ia kemudikan, menghadap Yerusalem.
Sedangkan, Abu Jama, 39 tahun, yang merupakan seorang Muslim melaksanakan ibadah salat di sebelahnya, menghadap ke Mekkah.
Momen dua orang beda agama yang beribadah bersama itu lantas diabadikan oleh seorang pekerja dan dibagikan ke media sosial. Foto mereka pun viral karena momen tersebut memang jarang terlihat di Israel.
Baca Juga: Potret Miris Para Petugas Medis Usai 12 Jam Kerja, Penampilannya Bikin Prihatin!
Melansir Daily Mail, Suara.com (27/03/2020) melaporkan bahwa Mintz adalah pekerja penuh waktu di MDA yang bertugas melatih relawan.
Sementara itu, Abu Jama yang sehari-hari bekerja sebagai instruktur pengemudi memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan menjadi relawan selama masa pandemi corona. Mereka berdua akhirnya disatukan dalam misi khusus untuk menangani wabah virus corona di Israel.
Baca Juga: Gubernur di Meksiko Sebut Orang Miskin Kebal Virus Corona, Netizen: Ada Darah Indonesia Kayaknya
"Dalam hal kepercayaan dan kepribadian, kami percaya pada hal yang sama dan memiliki kesamaan. Saya percaya dia [Mintz] adalah orang yang memberi dan menerima perasaan terhormat itu dan ini penting," ujar Abu Jama.
Sementara itu dimintai keterangan secara terpisah, Mintz mengatakan bahwa dirinya percaya yang dapat mereka lakukan saat ini adalah berdoa.
"Saya percaya bahwa Zoher dan saya dan sebagian besar dunia memahami bahwa kita harus mengangkat kepala dan berdoa. Hanya itu yang tersisa," katanya.
Hingga saat ini, kasus corona yang terkonfirmasi di Israel mencapai 1.238 kasus. Pemerintah Israel melakukan berbagai macam cara untuk menangani pandemi ini, salah satunya adalah dengan membuka bunker perang yang ada di perbukitan Yerusalem.