Tak Hanya Tembak Mati, Korea Utara Kini Tutup Perbatasan Karena Corona!

ilustrasi
ilustrasi | google.com

Korea Utara Dianggap Mengambil Tindakan Agresif Dalam Menghadapi Kasus Covid-19

Korea Utara mengambil tindakan tegas dalam menghadapi penyebaran covid-19. Negara itu menutup pembatasan-pembatasan, melarang orang asing masuk dan memulangkan paksa pekerja bantuan serta diplomat asing setelah karantina massal yang ketat.

Mengutip dari WartaEkomi.co.id (06/04/2020), Badan bantuan Swiss menghentikan secara temporer pengiriman pasokan medis guna melawan covid-19 ke Korea Utara. Pasalnya, tidak ada staf yang memonitor bantuan yang datang ke Pyongyang. Sepertinya mereka benar-benar menutup akses dengan orang asing.

ilustrasi
Korea Utara Tutup Akses Perbatasan Dengan Asing | okezone.com

Selain itu, Badan Pengembangan dan Kerja sama Swiss (SDC), badan bantuan dan federal swiss di bawah Departemen Luar Negeri menutup sementara kantornya di Korea Utara pada Kamis (09/04/2020), sebab mereka merasa terhambat akibat pembatasan-pembatasan yang diterapkan negara itu. Padahal sudah sejak tahun 1995 badan bantuan tersebut berkontribusi dalam pemberian bantuan kemanusiaan pada Korea Utara.

Dalam keadaan ini, pemantauan pengiriman dan penggunaan bantuan tidak dapat sepenuhnya dijamin, ucap pejabat Kementerian Luar Negeri Swiss melalui pernyataan email ke layanan Korea VOA.

Oleh karena itu, pengiriman materi ditangguhkan sampai kehadiran yang memadai dan pengaturan pemantau dapat dibangun kembali, meski Korea Utara belum melaporkan kasus Covid-19 di negaranya, ahli mengatakan adanya kemungkinan besar virus itu telah berkembang juga disana. Sebab Korea Utara berbatasan langsung dengan China yang pasti beberapa penduduk dari kedua negara sempat keluar masuk satu sama lain.

Rencananya Badan Swiss akan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) pada Korea Utara. Pekerjaan kemanusiaan juga dilakukan kembali setelah kondisi DPRK normal lagi.

Klaim Nol Kasus

Akhir tahun lalu Covid-19 ditemukan untuk pertama kali di Wuhan, China. Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan negeri tirai bambu tersebut, Korea Utara belum melaporkan satu kasus pun di negaranya. Meski demikian, pada Februari lalu segala akses telah ditutup.

Barang-barang yang dikirim melalui luar neger melalui pelabuhan juga dikarantina. Entah karantina itu masih berlangsung ketat hingga sekarang, namun orang-orang asing masih dilarang masuk negara itu. Langkah yangdiambil Korea Utara dalam menghadapi Covid-19 dibilang cukup agresif. Sejak akhir Januari, bisnis dengan China juga telah dihentikan, meski Korea Utara mendapat sumbangan Sembilan per sepuluh perdagangan eksternal dari situ.

Banyak pihak yang merasa khawatir terhadap kondisi Korea Utara selama pandemi ini. Korea Utara memang negara tertutup, ditambah lagi sanksi internasional yang berakibat pada sistem kesehatan disana, sehingga banyak yang merasa khawatir terhadap minimnya pasokan medis di sana jika terdapat kasus Covid-19.

Dr. Kee B. Park, Dosen Harvard Medical School mengatakan bahwa kemungkinan kurangnya alat pengujian Covid-19 menyebabkan negara ini belum melaporkan satu kasus pun.

Itu karena mereka memiliki kasus tetapi mereka tidak tahu cara mendeteksinya, ucapnya

Korea Utara Dituduh Menyembunyikan Kasus Covid-19

Beberapa pihak bahkan menyatakan Korea Utara menyembunyikan kasus Covid-19 di negaranya. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pembelot Korea Utara yang berbasis di Seoul, Seo Jae Pyoung melaporkan bahwa ia mendapat kabar dari salah satu kontaknya di Korea Utara bahwa di Kota Pantai Timur Chongjin ada satu keluarga yang tewas akibat virus pada Maret lalu.

Baca Juga : Takut Wabah Menular, Korea Utara Eksekusi Penderita Corona

Artikel Lainnya

Pada Februari lalu, Korea Utara juga sempat mengajukan permintaan untuk bantuan dari kelompok-kelompok bantuan, termasuk peralatan diagnostik.

Tags :