Salah Memberi Nama Anaknya, Pria Ini Putuskan Masuk Islam

Salah Beri Anaknya Nama, Pria Ini Malah Temukan Jalan Masuk Islam
Salah Beri Anaknya Nama, Pria Ini Malah Temukan Jalan Masuk Islam | media.en.hawzahnews.com

Hidayah bisa datang pada siapa saja dalam bentuk yang berbagai rupa

Mengambil keputusan untuk meninggalkan agama yang telah lama dipeluk untuk memeluk agama baru tentuya tidak pernah mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum benar-benar pindah agama, mengingat hal itu juga memiliki risiko bagi seseorang di lingkungan sosial dan keluarganya.

Bahkan, meski keluarga adalah orang-orang yang bisa paling dekat dengan kita, belum tentu juga mereka bisa dengan mudah menerima keputusan keluarganya untuk berpindah agama.

Hal itu jelas risiko yang tidak mudah untuk dihadapi, tapi Sang Pencipta memang maha kuasa. Siapa pun yang dia kehendaki dapat menerima petunjuk dan tidak akan bisa dihalangi dengan ancaman atau risiko apa pun.

Lucunya lagi, Sang Pencipta bisa memberi seseorang hidayah melalui cara-cara yang tidak terduga, seperti apa yang dialami pria asal Filipina ini. Pria bernama Yahya ini mendapat hidayah dari Allah untuk masuk agama Islam, setelah dirinya salah memberi anaknya nama.

Salah Beri Anaknya Nama, Pria Ini Malah Temukan Jalan Masuk Islam
Yahaya mengambil nama Shaquille O'neal menjadi nama anaknya. | imagesvc.timeincapp.com

Yahya tumbuh di sebuah keluarga penganut agama Katolik yang taat. Ayah dan ibunya bahkan sangat aktif dalam kegiatan komunitas gereja, sementara kakaknya adalah seorang biarawan gereja.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika ajaran Katolik yang lekat dengan kehidupan Yahya sejak dirinya masih kecil.

Baca juga: Kisah Menarik Steven Indra, Masuk Islam Berawal dari Penasaran

Kendati demikian, dia pada akhirnya dapat menemukan jalan Islam dengan cara yang sangat tidak terduga. Kisahnya berawal dari kegemarannya terhadap olahraga tinju.

Dia mengatakan jika orang Filipina memiliki postur tubuh yang relatif pendek, tapi kebanyakan dari mereka menyukai olahraga bola basket dan tinju, termasuk Yahya.

Kemudian, saat istrinya melahirkan putra ketiganya, dia memikirkan sejumlah nama yang akan diberikan sebelum dibaptis.

"Jadi istriku melahirkan putra ketigaku. Sebelum putraku dibaptis, aku memikirkan nama yang akan ku berikan pada putraku," kata Yahya.

Salah Beri Anaknya Nama, Pria Ini Malah Temukan Jalan Masuk Islam
Petinju legendaris, Muhammad Ali. | www.hbo.com

"Jadi saya memutuskan untuk menggabungkan dua nama, nama Shaquille O'neal, nama pebasket di Orlando Magic dan nama Patrick Ewing. Jadi saya akan memberinya nama putra saya Shaquille Patrick," lanjutnya

"Namun tiga minggu sebelum sebelum saya membawa ke gereja untuk pembaptisan, saya melihatnya meninju-ninju udara. Lalu saja mengganti namanya dari Shaquille Patrick menjadi Muhammad Shaquille, dari nama Muhammad Ali, seorang petinju," jelasnya.

Keputusannya untuk mengganti nama anaknya menjadi Muhammad Shaquille membuat istri dan orang-orang di sekitar bertanya-tanya apakah Yahya seorang Muslim.

"Tidak, saya bukan Muslim," kata Yahya menjelaskan bagaimana dia menanggapi pertanyaan tersebut.

Kemudian saat ditanya lagi tentang alasannya memberi anaknya nama Muhammad, Yahya mengatakan jika dia mengambil nama itu dari nama Muhhamad Ali, seorang legenda tinju yang termahsyur.

Setelah itu dia bertanya kepada salah seorang temannya, dan baru tahu jika Muhammad adalah seorang nabi. Yahaya masih belum puas dengan jawaban yang temannya katakan. Kemudian Yahya dipinjami sebuah buku yang berjudul "Muhammad in The Bible" yang ditulis oleh Abdul Ahad Dawud, yang dulu juga pernah menjadi seorang Uskup di Gereja Presbyterian.

Yahya kemudian membaca buku tersebut dan membandingkannya dengan apa yang ada dalam Bible. Hal itu ia lakukan karena keraguannya pada sang penulis.

Dia sempat berpikir jika penulis mencoba mengarang cerita tentang Muhammad yang ada di dalam Bilble. Namun dia akhirnya menemukan kebenaran dari buku tersebut.

"Jadi setiap ayat yang disebutkan dalam buku tersebut, sangat cocok dengan Bible-ku. Lalu saya mengatakan, 'Apa ini?' Saya meneruskan membaca buku itu, dan akhirnya saya berhenti percaya jika Yesus itu adalah Tuhan atau anak Tuhan," dia menjelaskan.

"Saya kemudian mulai mengimani bahwa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam adalah nabi terakhir yang diutus Allah," lanjutnya.

Artikel Lainnya

Sebelum memantapkan diri untuk masuk Islam, dia sempat ragu dan takut untuk mengambil keputusan itu, karena keluarganya sangat dekat dengan gereja dan aktif dengan kegiatan di sana.

Keluarganya memang tidak rela jika Yahya masuk Islam, bahkan mereka memintanya untuk meninggalkan Islam segera setelah mengetahuinya.

Kemudian Yahya mengatakan jika mereka bisa memberikan jaminan keselamatan di akhirat, dia akan dengan suka rela meninggalkan Islam.

Berdasarkan kisah Yahya yang menjadi mualaf itu, kita bisa belajar jika petunjuk dan hidayah bisa datang dari mana saja dan dalam bentuk seperti apa saja. Seseorang hanya perlu memiliki pikiran yang terbuka agar bisa menyadarinya.

Tags :