Memilukan, 5 Anak ini Tidak Punya Kewarganegaraan, Ayah Bangkrut dan Ibu Dideportasi
04 Juni 2021 by Sabina Gendis SahasrakiranaKisah hidup keluarga ini seperti sudah jatuh tertimpa tangga.
Kehidupan anak-anak tentu masih sangat bergantung dengan orang tuanya. Apabila orang tuanya sedang bermasalah anak pasti merasakan akibatnya. Kejadian ini menimpa 5 orang anak di Malaysia. Hidup mereka penuh tidak kepastian lantaran orang tuanya mengalami banyak masalah. Mulai dari usaha ayahnya yang gagal dan ibunya di deportasi kembali ke Indonesia.
Kelima anak ini adalah anak-anak dari hasil pernikahan pria Malaysia dan wanita Indonesia. Menurut unggahan Kuan Chee Heng atau lebih terkenal dengan nama Paman Kentang, anak-anak ini terlantar hingga kesulitan untuk makan sehari-hari.
Paman kentang mengunggah foto kelima anak ini. Terlihat muka sedih dan kebingungan terpancar dari wajah mereka. Bagaimana tidak, mereka tidak bisa bertemu kembali dengan ibu kandungnya lantaran ibunya di deportasi.
"Ibunya adalah warga negara Indonesia yang ditangkap dan dikirim kembali ke Indonesia. Anak-anaknya semua merindukannya, tetapi kekuatan apa yang dimiliki seorang ibu yang merupakan asnaf (penggolongan orang yang berhak menerima bantuan Zakat dari Muslim), yang tidak mampu untuk masuk kembali ke Malaysia. Aku tidak bisa membayangkan betapa dia merindukan anak-anaknya," tulis Paman Kentang.
Anak-anak ini tidak hanya merasakan kesedihan. Selain bersedih, kelima anak ini juga sangat tidak terurus karena tidak ada sosok ibu yang merawat. Hal memilukan lain yang dirasakan anak ini adalah kelaparan.
Keluarga ini mengaku kesulitan makan sehari-hari karena bisnis kecil-kecilan ayahnya bangkrut karena Covid-19.
"Mereka hampir tidak makan karena kios ayah mereka yang menjual mie tidak berjalan dengan baik selama musim Covid-19 dan beroperasi dalam keadaan merugi," tulis Paman Kentang.
Keadaan berat ini semakin memilukan, karena untuk tempat tinggalpun mereka sekarang kesulitan.
"Mereka semua sudah kelaparan karena kios ayah mereka mengalami kerugian besar. Mereka menyewa ruang di atas kedai kopi di Pandan Perdana dan ayah mereka menghubungi kami untuk meminta bantuan. Makanan sudah langsung dikirim," paparnya.
Anak-anak ini juga digadang-gadang tidak memiliki kewarganegaraan karena status pernikahan ayah dan ibu mereka.