Lulus Kedokteran, Pria ini Malah Nggak Mau Jadi Dokter, Ia Pilih Fokus Rawat Ayahhnya!

Mendahulukan rawat orangtua
Mendahulukan rawat orangtua | www.instagram.com

Ilmu yang didapat diamalkan untuk orangtua lebih dulu

Banyak anak kecil yang bercita-cita jadi dokter berlatar belakang kisah yang inspiratif. Ada yang ingin jadi dokter supaya bisa menolong orang banyak, ada yang supaya bisa mengobati keluarga, dll.

Namun, ketika udah jadi dokter beneran, latar belakang tadi dilupakan. Pada akhirnya yang didahulukan adalah uang, uang, dan uang.

Nggak ada uang, pasien nggak akan diobatin. Berbeda halnya dengan pria yang bernama Faiq Syukri Saparudin.

Dia adalah lulusan kedokteran dari Royal College of Surgeons di Dublin, Irlandia pada tahun 2017 lalu. Lulus dari universitas terkenal, Faiq sebenarnya bisa aja langsung menjalani profesi sebagai dokter di negara asalnya, Malaysia.

Beberapa tawaran juga sudah masuk kepadanya, namun semuanya ditolak. Faiq menegaskan tidak mau menjadi dokter dulu lantaran ingin fokus merawat ayahnya.

Usut punya usut, ternyata ayahnya menderita penyakit stroke dalam 5 tahun terakhir. Ayah Faiq bernama Saparudin Arifin (61) dan selama ini dirawat oleh ibunya, Suraya Adam (53).

Baca juga: Demi Curi Perhatian Orangtua, Bocah Ini Pura-pura Diculik

Faiq merasa kasihan melihat ibunya yang capek merawat ayahnya. Jika dia memilih melanjutkan profesi dokter, pasti dia tidak akan punya banyak waktu untuk merawat ayahnya, dan semua harus dikerjakan sang ibu. Akhirnya, Faiq membulatkan tekad untuk tidak melanjutkan sebagai dokter. Tentu saja ini adalah pilihan yang sulit.

Banyak orang yang mencela dan berpikiran sinis dengan pilihannya tersebut. Namun, Faiq mengabaikan itu semua. Yang penting baginya adalah ayahnya bisa sembuh. Untung saja pilihannya ini juga didukung oleh anggota keluarga yang lain.

Saya akhirnya membuat keputusan untuk tidak bekerja sebagai dokter dan inilah saatnya bagi saya untuk melayani mereka," ungkap Faiq.

Faiq menuturkan bahwa ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa, yang selain harus merawat ayahnya, kini juga harus mencari nafkah. Ibunya melakukan banyak pekerjaan, salah satunya adalah menjadi agen produk kesehatan.

Ayahnya sendiri merupakan mantan dosen diniversitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), yang harus pensiun karena masalah kesehatannya.

Baca juga: Tukang Becak Ini Minta Fotonya Diviralkan, Supaya Anaknya Tahu Perjuangan Orangtua!

View this post on Instagram

Kita kat mana ni ayah???

A post shared by fqsykri (@faiqsyukri_) on

Saat ini, Faiq bekerja sebagai konsultan keuangan, sehingga bisa membagi waktu dengan baik antara bekerja dan merawat ayahnya. Dia juga masih bisa mengurus sekolah adik-adiknya. Bukan berarti Faiq mengabaikan cita-cita menjadi dokter. Dia ingin membuka klinik sendiri nantinya agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

Artikel Lainnya

Kalau kamu yang berada di posisi Faiq, apakah kamu juga akan melepaskan kesempatan menjadi dokter di rumah sakit, demi merawat orangtua?

Tags :