Biaya Mahal Hingga Ribuan Saingan, ini Perjuangan Anak Penyapu Jalan Masuk Kedokteran UI demi Kota Kelahirannya!

Tekad dan semangatnya membuahkan hasil

Setiap orang pasti memiliki cita-cita dan keinginan yang ingin dicapai. Namun seberapa besar usaha dan pengorbanan yang dilakukan akan berpengaruh pada tercapai tidaknya cita-cita tersebut. Karena usaha tak akan pernah menghianati hasil.

Seperti apa yang terjadi pada seorang remaja bernama Syahrul Ramadhan (18) yang orang tuanya berprofesi sebagai tukang las dan penyapu jalan. Ia berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan saingan yang jumlahnya ribuan.

Syahrul Ramadhan | www.suara.com

"Saya sudah bercita-cita menjadi dokter dan ingin menempuh pendidikan di UI. Sejak itu, saya konsisten menjaga nilai agar dapat tembus UI melalui jalur prestasi rapor," kata Syahrul di kampus UI di Depok, Jawa Barat (Tribunnews.com).

Menurut Syahrul, tekun dalam belajar adalah kunci yang dipegangnya sehingga membuahkan keberhasilan dengan lolos masuk ke FKUI yang adalah salah satu fakultas favorit di Indonesia. Syahrul sendiri sebelumnya berasal dari sekolah SMA Negeri 2 Bangko, Rokan, Hilir, Riau.

Syahrul sendiri mengatakan bahwa ia sangat bahagia dan bangga setelah tahu ia diterima di FKUI, namun jika melihat pekerjaan orang tuanya, ia khawatir soal biaya. Karena bukan biaya perkuliahan saja, tapi juga biaya transporasi dan akomodasi semasa pendaftaran ulang sebelum kuliahpun dirasanya sangat berat.

"Namun ketika sudah diterima, saya kembali ragu mengingat biaya yang dikeluarkan tentunya tidak sedikit. Alhamdullilah, pihak UI khususnya Iluni FKUI dan Dekan FKUI memberikan dukungan dana sehingga keraguan saya seketika sirna," ujarnya.

Tapi selain lulus Bidikmisi, pihak UI juga memberikan kemudahan verifikasi rapor dan daftar ulang yang dilakukan pada minggu yang sama sehingga dirinya tidak perlu keluar uang transportasi Pekanbaru-Jakarta dua kali lebih banyak.

"Kemudahan-kemudahan yang saya peroleh membuat saya semakin yakin bahwa saya dapat menyelesaikan studi saya di UI tanpa terkendala biaya," katanya.

Syahrul adalah anak bungsu dari pasangan Azman dan Neni Marlina. Sang ayah bekerja sebagai tukang las dengan penghasilan yang tidak tetap atau tergantung pesanan. Sedang ibunya bekerja sebagai penyapu jalan.

Salah satu motivasi Syahrul adalah ingin mengangkat derajat orang tuanya, juga ingin mengabdi untuk daerah Rokan Hilir.

"Saya melihat daerah saya membutuhkan dokter spesialis jantung dan spesialis kandungan. Semoga saya bisa menempuh pendidikan dokter hingga spesialis dan dapat memberikan manfaat bagi kota kelahiran saya,” katanya.

Ilustrasi ribuan pendaftar kuliah | www.jambiupdate.co
Artikel Lainnya

Kisah tekad dan usaha Syahrul ini sangat menginspirasi, dibalik banyak keterbatasan tidak jadi halangan dalam meraih cita-citanya. Kalau kamu sendiri, cita-cita apa yang masih kamu perjuangkan guys?

Tags :