Korban Meninggal Corona Terbanyak! Warga New York Dimakamkan Secara Massal

Kuburan massal korban virus corona di Pulau Hart, New York
Kuburan massal korban virus corona di Pulau Hart, New York | reuters.com

Kalau nggak mau jadi korban, mending di rumah aja dulu

Jika dulu kota Wuhan di China yang menjadi episentrum virus corona, kini episentrum tersebut bergeser ke New York. Di saat Wuhan telah mencabut status lockdown, New York mencatatkan kasus virus corona tertinggi di dunia Pada Jumat (10/4), New York memiliki 159.937 kasus terinfeksi corona. Jauh lebih tinggi dari China secara keseluruhan yang memiliki sekitar 82 ribu kasus.

Angka kematiannya juga sangat tinggi. Di New York sudah lebih dari 7 ribu orang meninggal, padahal di China yang merupakan sumber virusnya korban meninggal adalah 3 ribu orang. Di Amerika Sendiri, angka terinfeksi corona sudah tembus angka 560 ribu dengan kematian mencapai 22 ribu. Banyaknya kasus infeksi virus corona dan kematian ini sampai membuat pemerintah New York kewalahan.

Akhirnya, pemerintah menjadikan Pulau Hart sebagai lokasi kuburan massal untuk korban meninggal akibat virus corona. Pulau ini berada di sebelah timur Distrik Bronx, Kota New York, yang hanya dapat dicapai dengan menaiki kapal. Karena terpencil, rasanya nggak bakal ada masyarakat yang menolak para korban virus Covid-19 dimakamkan di sini.

Baca Juga: Rapper Rich Brian Kangen Masakan Indonesia, Gojek Langsung Inisiatif Mengantar ke New York

Kuburan massal korban virus corona di Pulau Hart, New York
Kuburan massal korban virus corona di Pulau Hart, New York | reuters.com

Namun, Sekretaris Pers Walikota New York, Freddi Goldstein mengatakan yang dikubur di sini hanyalah yang tidak punya keluarga. Sementara itu, jasad yang diklaim oleh keluarga tidak akan dikubur di pulau tersebut. Sebagai info, Pulau Hart telah menjadi lokasi pemakaman umum sejak 150 tahun yang lalu. Ada jutaan jasad yang sudah dikuburkan di pulau ini.

Sejak abad ke-19, pemerintah telah menguburkan jenazah yang tidak memiliki keluarga atau yang keluarganya tidak mampu mengadakan pemakaman, di pulau ini. Jadi, kalau kamu termasuk youtuber uji nyali, boleh mempertimbangkan pulau ini sebagai lokasi syuting. Dulunya, yang menguburkan jenazah di pulau ini adalah tahanan dari Pulau Rikers.

Tetapi, seiring dengan bertambahnya jenazah yang masuk tiap hari, beban kerja pun diambil alih oleh kontraktor. Hasil foto drone melihat para pekerja memasukkan jenazah ke dalam kuburan dengan hati-hati. Jason Kersten, juru bicara Departemen Pemasyarakatan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pemakaman, mengatakan ada 24 jenazah korban corona yang datang tiap hari.

Baca juga: Gubernur New York Ringankan Hukuman Kepemilikan Ganja

Kuburan massal korban virus corona di Pulau Hart, New York
Kuburan massal korban virus corona di Pulau Hart, New York | reuters.com
Artikel Lainnya

Karena pekerjaan dilakukan lima hari dalam sepekan, jadi dalam seminggu ada sekitar 120 jenazah yang dikuburkan di pulau ini. Proses penguburan sesuai standar pemulasaran pasien corona. Para jenazah akan dibungkus di dalam kantung, dan setelah itu baru dimasukkan ke dalam peti. Para tukang gali kubur juga menggunakan APD lengkap saat menjalankan tugasnya.

Tags :