Geram Melihat Netizen yang Mendewakan Bahasa Inggris, Cinta Laura Sampai Berkata 'Bodoh' ke Netizen Itu

Bahasa asing penting, tapi jangan didewakan juga

Menjelang pemilihan presiden yang kurang dari sebulan lagi, media sosial semakin ramai dengan perang antara pendukung kedua kubu. Berbagai argumen, serangan, perdebatan, sampai hoax disebarkan ke media sosial untuk mendapatkan simpati publik. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai kemampuan kepala negara dalam berbahasa Inggris, karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional.

Banyak yang mengatakan bahwa presiden saat ini, Presiden Joko Widodo, tidak mempunya kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni. Menurut mereka, hal ini menjadi tanda kalau presiden harus diganti dengan Prabowo yang lebih ciamik bahasa Inggrisnya. Salah satu yang mengomentari hal ini adalah akun Twitter @BeniRahmanDani1

Kalau presiden ga bisa bahasa inggris, trus kalo ada sidang PBB mosok pidato ny pake bahasa kunci inggris," tulis akun @BeniRahmanDani1 yang memention akun Cinta Laura @xcintakiehlx.

Mengharuskan semua presiden bisa bahasa Inggris |

Cinta Laura kemudian membalas komentar itu dengan cukup pedas. Sepertinya dia geram dengan netizen itu yang begitu mendewakan bahasa Inggris sebagai standar kompetensi presiden. Saking geramnya, Cinta bahkan mengatakan bahwa netizen tersebut "bodoh".

Anda terlalu bodoh! Di sidang PBB untuk setiap negara disiapkan translators! Dan ditelinga setiap peserta yg tidak bisa berbahasa inggris disiapkan ear phones dalam bahasanya masing-masing," tulis Cinta Laura.

Cuitan Cinta Laura ini kemudian ditanggapi oleh banyak netizen. Mereka mendukung apa yang dikatakan oleh Cinta Laura tersebut. Di dunia internasional memang bahasa Inggris diperlukan, karena itu pasti selalu disediakan translator untuk menjembatani kendala bahasa.

"Seneng deh kalo ada yg cantik dan pinter ngegas..ni saking geregetan si cinta," tulis @ithaetiq_narolita

"Bener tuh, dia ga tau apa ya kalau di dunia ini ada profesi bernama Translator," tulis @dhorey.

Artikel Lainnya

FYI aja nih, presiden Turki yang bernama Recep Tayyip Erdoğan tidak memakai bahasa Inggris di forum resmi dunia. Selain itu, para pemimpin negara lain yang tidak berkomunikasi dengan bahasa Inggris adalah Mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, Kanselir Jerman, Angela Merkel, Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, Presiden Cina, Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, Presiden Rusia, Vladimir Putin, Raja Arab Saudi, Salman ibn Abdullah, dan lain sebagainya. Mereka lebih memilih menggunakan bahasa sendiri sebagai wujud nasionalisme.

Soeharto saja tetap memakai bahasa Indonesia tuh di forum internasional. Jadi, kalau mau memlih presiden. lebih baik fokus pada kriteria kepemimpinan, bukan kriteria berbahasa. Bagaimana menurutmu?

Tags :