Mengerikan! Ini Eksperimen Mayat Teraneh yang Pernah Dilakukan Manusia
09 September 2021 by Muchamad Dikdik R. AripiantoNgeri! Mayat manusia dijadikan bahan eksperimen.
Manusia merupakan makhluk hidup yang kemudian akan mati. Biasanya setelah mati, tubuh manusia akan dikubur di dalam tanah. Beberapa kepercayaan tubuh orang yang meninggal akan dikremasi hingga menjadi abu dan dilarung ke laut atau hanya disimpan di tempat khusus.
Akan tetapi, tahukah kamu bahwa ada beberapa orang yang memanfaatkan mayat manusia sebagai eksperimen? Berikut ini eksperimen-eksperimen aneh yang menggunakan mayat manusia.
Pengawetan Mayat Sekeras Batu
Dahulu manusia terobsesi untuk mengawetkan mayat, itulah yang melatarbelakangi keberadaan mumi yang tentu saja berbeda di setiap peradaban. Mumi paling tua diketahui merupakan mumi buatan orang-orang prasejarah Chinchorro yang mendiami kawasan pantai di utara Chili dan selatan Peru.
Baca juga: Mengungkap Misteri Kembang Tabur di Area Jembatan Jurug Lama Solo
Mumi ini dianalisa berasal pada tahun 5050 SM atau jauh lebih tua dari mumi Mesir Kuno. Seorang pakar kesehatan Italia, Girolama Segato terobsesi akan teknik mumifikasi bangsa Mesir dan Chionchorro. Girolama tertarik akan teknik pengembangan untuk mengubah mayat menjadi kaku selayaknya sebuah batu.
Dilansir dari anehdunia.com, seorang ilmuan AS bernama Valentine Mott pernah menyaksikan eksperimen Girolamo. Sayangnya sebelum Girolamo meninggal, ia sendirilah yang menghancurkan seluruh catatan eksperimennya agar tidak ada yang mengetahui teknik tersebut. Hasil eksperimen Girolamo sebagian besar dipajang di Museum Departemen Anatomo di Italia.
Eksperimen Sekolah Kedokteran Menggunakan Mayat Pekerja
Semasa pembuatan jalur Terusan Panama yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Atlantik, ribuan pekerja di lokasi pembuatan meninggal karena terserang berbagai penyakit. Sebagian lainnya bunuh diri akibat tidak diperbolehkan mengonsumsi candu.
Baca juga: Menengok Hotel Peninggalan Keluarga Cendana di Bali, Konon Dikenal Angker!
Perusahaan pembangunan rel memanfaatkan mayat-mayat sebagai pemasukan keuangan sampingan mereka. Mayat-mayat kemudian dijual ke sekolah-sekolah kedokteran.
Mayat tersebut digunakan sebagai percobaan demi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran. Beberapa tahun kemudian perusahaan tersebut menjadi pemasok utama mayat untuk kebutuhan riset sekolah-sekolah kedokteran.
Mayat untuk Uji Coba Mobil
Siapa sangka sebelum dijual mobil harus diuji coba dengan menabrakkan mobil dengan sekencang-kencangnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar risiko kecelakaan terhadap penggunanya.
Baca juga: Ini Tanda Rumah Kamu Dihuni Makhluk Halus versi Anak Indigo
Bukan boneka yang digunakan dalam mobil, akan tetapi uji coba ini menggunakan sosok manusia sungguhan. Mayat digunakan untuk mengetahui dampak tabrakan pada tubuh manusia dan mengetahui bagian tubuh mana yang terluka paling parah.
Setelah uji coba dilakukan, setiap mayat yang digunakan akan menjalani autopsi guna menemukan bagian tubuh mana yang mengalami cedera. Semakin berkembangnya teknologi uji coba ini tidak lagi dilakukan karena sudah menggunakan komputer khusus.
Mayat untuk Bahan Bakar Robot
Satu dekade terakhir tersebar informasi mengenai pembuatan robot demi keperluan militer. EATR (Energetically Autonomous Tactical Robot) atau Robot Taktikal dengan Energi Mandiri membutuhkan material apa pun sebagai bahan bakarnya, termasuk mayat manusia.
Baca juga: Jenazah Kakek di Wonosobo Disebut Terbangun Setelah Dilompati Kucing Hitam?
Perusahaan pengembang robot ini Cyclone Power Technologies Inc dan Robotical Technology Inc, membantah penggunaan mayat sebagai bahan bakar utamanya.
Dikutip dari anehdunia.com Harry Schoell selaku CEO Cyclone mengklarifikasi bahwa robot masa depan pemakan mayat manusia bukanlah tujuan perusahaanya. Meskipun telah diklarifikasi, masyarakat tetap merasa khawatir dengan keberadaan robot tersebut.
Eksperimen Percobaan Menghidupkan Mayat
Seorang dokter asal California, Robert Cornish diketahui terobsesi untuk menghidupkan mayat manusia dan hewan setelah mati. Ia mengikatkan mayat ke gergaji, kemudian menyuntikkan adrenalin dan heparin untuk mengencerkan darah mayat tersebut sehingga akan mengembalikan sirkulasi darah.
Baca juga: 4 Tempat Angker di Solo Ini Bisa Bikin Kamu Lari Ketakutan
Usahanya tidak pernah berhasil pada mayat manusia namun dengan cara yang sama, ia dapat menghidupkan dua ekor anjing dalam keadaan buta dan gila.
Pernah suatu waktu sebelum mengakhiri eksperimennya Robert Cornish meminta izin melakukan eksperimen menghidupkan seorang penjahat yang akan dieksekusi di kamar gas. Untungnya, permintaan tersebut ditolak oleh negara bagian California.
Baca juga: Menengok Kamar 308 yang Disebut Milik Nyi Roro Kidul, Nuansa Mistis Begitu Kental!
Selain Robert Cornish, manusia yang terobsesi menghidupkan mayat adalah Andrew Ure, Kenneth Hayworth, Robert Ettinger, Luigi Galvani, Geovanni Aldini, Johann Conrad Dippel, dan beberapa ilmuwan lainnya. Mereka tentu memiliki teknik dan metode yang berbeda-beda.
Itulah beberapa eksperimen yang menggunakan mayat manusia sebagai bahannya. Namun di zaman yang sudah maju seperti sekarang, hal semacam ini sudah tidak ada lagi.