Cantik Itu Luka, Wanita Ini Kesulitan Mendapatkan Pekerjaan Karena Dinilai Terlalu Cantik dan Menggoda

Susah dapat kerja karena terlalu cantik
Susah dapat kerja karena terlalu cantik | instagram.com

Jelek salah, cantik juga salah. Maunya apa?

Ada anggapan yang mengatakan bahwa mereka yang terlahir dengan penampilan cantik atau tampan, pasti akan merasakan banyak keuntungan dalam hidup ini. Soalnya, orang-orang masih saja menganggap kalau penampilan adalah hal yang utama. Jadi, meskipun tidak punya kemampuan apa-apa, orang dengan paras cantik atau tampan tetap bisa bertahan hidup di dunia ini.

Namun, ternyata anggapan ini tidak selamanya benar. Ada juga orang-orang yang malah tersiksa karena penampilannya yang menarik tersebut. Salah satunya adalah wanita yang bernama Irina Kova ini. Wanita asal Rusia ini rada menyesal dilahirkan dalam kondisi yang menurutnya terlalu cantik. Soalnya, wajahnya yang cantik justru membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Dia dianggap tidak memiliki kemampuan apa-apa dalam pekerjaan profesional dan dianggap hanya modal tampang doang. Sebelumnya, Irina bekerja di bidang pengembangan bisnis sehingga harus menjalin relasi dengan banyak orang. Jadi, banyak yang percaya kalau Irina memanfaatkan penampilannya tersebut untuk "menggoda" para klien sehingga karirnya terus menanjak.

Padahal, Irina adalah seorang wanita yang berpendidikan loh. Dia lulusan sarjana hukum ternama dan mempunyai pengalaman kerja yang mengesankan. Namun, ketika pindah pekerjaan dan dalam proses wawancara untuk mendapatkan pekerjaan baru, dia malah mendapatkan kesan negatif karena wajah cantiknya. Dia juga diminta untuk mengubah warna rambutnya yang pirang menjadi lebih gelap.

Yah, di beberapa tempat di Eropa memang masih percaya kalau wanita cantik berambut pirang adalah orang yang tidak tau apa-apa. Mereka selalu diasosiakan dengan hal-hal negatif. Tidak hanya itu, dia juga dituntut untuk memakai kacamata agar terlihat lebih profesional.

Mereka bilang aku tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan jika seperti ini. Setelah aku mewarnai rambutku, aku ditawari lebih banyak pekerjaan. Aku bahkan mulai memakai kacamata bening, meskipun penglihatanku sempurna, agar terlihat lebih profesional," imbuhnya.

Alasan lain yang sering diberikan kepadanya saat sedang melamar pekerjaan adalah, mereka tidak bisa mempekerjakan Irina karena takut pekerja pria akan terdistraksi. Sosok Irina yang cantik malah dianggap bisa membuat pekerja pria tidak konsentrasi dan menyebabkan keretakan dalam rumah tangga.

Artikel Lainnya

Aku juga jarang memakai makeup, dengan penampilanku seperti ini ya tidak perlu. Ketika kamu memiliki bibir dan mata yang besar, kamu tetap menarik banyak perhatian," kata Irina.

Karena terus mendapatkan diskriminasi saat melamar kerja, Irina kini berencana untuk memulai usaha ritelnya sendiri. Dia akan menjual pakaian vintage secara online untuk mencari nafkah. Jadi, bukan hanya mereka dengan tampang pas-pasan saja yang diperlakukan secara diskriminatif, tapi juga orang yang cantik atau tampan. Kalau menurutmu gimana?

Tags :