Perjuangan Berat Demi Bisa Sekolah, Anak Harus Masuk Kantong Plastik untuk Seberangi Sungai

Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah
Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah | twitter.com

Akan menyenangkan untuk bisa sekolah di tempat favorit, tapi bisa sampai sekolah saja sudah bersyukur.

Belakangan ini banyak orang tua/wali murid yang mengeluhkan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi. Tentunya bukan tanpa alasan, jika mereka mengeluhkan hal tersebut.

Pasalnya sistem tersebut dapat membuat calon peserta didik gagal lolos seleksi hanya karena jarak tempat tinggal yang lebih jauh dari peserta didik lainnya, meski nilainya telah memenuhi syarat.

Sementara itu, ada juga sejumlah siswa yang untuk berangkat sekolah saja harus berusaha lebih keras lagi daripada kebanyakan siswa. Jangankan mengenyam pendidikan di sekolah favorit, bisa berangkat ke sekolah dengan penuh rasa aman dan nyaman saja mereka belum tentu bisa.

Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah
Ada Zonasi Sekolah atau Tidak, Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah | twitter.com

Itulah yang dialami oleh seorang siswa dari Vietnam. Dalam beberapa foto yang dibagikan di Twitter, tampak seorang siswa yang harus masuk dalam kantong plastik agar bisa sampai di sekolah dengan selamat. Setelah itu dia masih harus meneruskan perjalanan sejauh 15 kilometer dengan berjalan kaki.

Baca juga: Cuma Gara-gara Kritik Kebijakan Kepala Sekolah, Siswa Pintar Ini Malah Tak Diluluskan

Di Vietnam mungkin tidak berlaku sistem zonasi. Namun jika boleh memilih, sejumlah siswa pasti akan lebih memilih untuk bisa bersekolah di tempat yang lebih dekat dan mudah di akses daripada bersekolah di tempat yang jauh meski kualitasnya bagus.

Bagaimana tidak, untuk bisa ke sekolah saja ada siswa yang harus menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer dengan berjalan kaki. Tentu saja itu bukan jarak yang bisa dibilang dekat untuk ditempuh dengan cara jalan kaki.

Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah
Ada Zonasi Sekolah atau Tidak, Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah | twitter.com

Lebih dari itu, dia juga harus melakukan upaya lain yang lebih ekstrem lagi. Dia harus menyeberangi sungai yang memisahkan tempat tinggalnya dengan sekolah. Dan perlu diketahui, tidak ada jembatan penyebrangan atau kendaraan seperti perahu yang bisa membawanya sampai ke seberang.

Alhasil, dia diantarkan ayahnya untuk bisa sampai ke seberang. Dengan aliran sungai yang begitu deras, tentunya akan sulit baginya untuk terhidar dari air yang bisa saja membasahi seluruh tubuh dan seragam sekolahnya.

Oleh karena itu, sebelum menyebrangi sungai, siswa itu harus masuk dulu ke dalam sebuah kantong plastik besar untuk melindungi tubuh dan seragamnya agar tidak basah terkena air sungai.

Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah
Ada Zonasi Sekolah atau Tidak, Seorang Siswa Harus Masuk Kantong Plastik untuk Bisa Sampai ke Sekolah | twitter.com

Cara ini jelas bukan berarti tanpa risiko. Mengesampingkan dampak aliran arus sungai yang berpotensi menghanyutkan ayah dan anak itu, masuk dalam kantong plastik bisa saja membuat siswa tersebut mengalami gangguan pernapasan karena minimnya oksigen yang ada di dalam plastik.

Kendati demikian, tampaknya mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan cara itu agar bisa pergi ke sekolah.

Kiriman tersebut mendapat banyak tanggapan dari para netizen yang terkagum-kagum dengan pengorbanan siswa asal Vietnam itu, hanya untuk bisa pergi kesekolah. Banyak di antara mereka yang memuji sikap sang ayah, yang siap menempuh risiko terhayut akibat aliran sungai yang deras.

"Setiap hari ayahnya mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk memastikan aanaknya ke sekolah dengan selamat," tulis @mackismagic.

Sementara itu ada juga yang mengkhawatirkan si anak, yang bisa saja kehabisan oksigen saat berada di dalam kantong plastik.

"Itu lebih seperti pengorbanan si anak kan? Masuk dalam plastik bisa membuatnya kekurangan udara. Apalagi dia juga bisa hanyut, dan masih jalan kaki lagi untuk sampai ke sekolah," @hazwanfaiz87 menanggapi.

Artikel Lainnya

Tentu saja, akan sangat menyenangkan bisa mengenyam pendidikan di sekolah favorit meski jarak sekolah tersebut jauh. Akan tetapi lebih daripada itu, ada juga orang-orang yang mungkin akan mengabaikan predikat sekolah, hanya untuk bisa bersekolah saja, tidak lebih.

Tags :