Warga Jarah Supermarket di Italia Saat Lockdown: Kami Butuh Makan

Italia
Supermarket di Italia | edition.cnn.com

Penjarahan pun terjadi di supermarket di wilayah Sisilia, Italia

Italia sebagai salah satu negara yang memberlakukan lockdown tentu tak luput dari permasalahan. Belum lama ini, aksi penjarahan pun terjadi di supermarket di wilayah Sisilia, Italia. Akibatnya, sejumlah aparat kepolisian pun bergerak melindungi supermarket tersebut.

1.

Penjarahan supermarket di Italia

Italia
Supermarket di Italia | ruptly.tv

Kabar mengenai aksi penjarahan supermarket terjadi di tengah lockdown yang diterapkan di Italia untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 tersebut sudah menewaskan lebih dari 10 ribu orang di seluruh dunia.

Dalam rangka memerangi bencana penyakit, pemerintah Italia memberlakukan lockdown. Lockdown yang sudah berlaku selama tiga pekan tersebut berdampak besar pada perekonomian Italia.

Baca Juga: Akibat Corona, Ilmuwan Sebut Bumi Jadi Lebih Sunyi

Masyarakat pun mulai putus asa, sebagaimana yang dilaporkan oleh penduduk di Region Sisilia, salah satu wilayah berkembang di Italia. Sebagaimana yang diberitakan oleh harian La Repubblica, sekelompok orang masuk ke supermarket di Palermo dan pergi tanpa membayar.

“Kami tidak punya uang untuk membayar. Kami butuh makan” ujar salah satu pelaku penjarahan kepada petugas kasir.

2.

Kekhawatiran di tengah lockdown

Italia
Lockdown di Italia | www.aljazeera.com

Sementara itu, di kota lain di Region Sisilia, Corriere della Sera memberitakan bahwa pemilik toko kecil ditekan oleh masyarakat sekitar untuk memberikan makanan gratis. Corriere menulis bahwa “bom waktu” sudah berdetak di Region Sisilia yang saat ini kehilangan 57 penduduknya karena Covid-19.

Kekhawatiran akan masalah tersebut tak hanya dirasakan oleh masyarakat tetapi juga oleh pejabat pemerintahan. Giussepe Provenzano, menteri yang mengurus daerah selatan Italia, kepada harian La Republica mengungkapkan keresahannya akan kondisi krisis ini.

Baca Juga: Tangani Corona, India Ubah Gerbong Kereta Jadi Barak Isolasi

“Saya takut kekhawatiran yang diutarakan oleh masyarakat, kesehatan, pemasukan, hingga masa depan, bakal berubah menjadi kemarahan jika krisis ini terus berlanjut,” ungkap Provenzano.

3.

Pemerintah bagikan voucher makanan

Italia
Lockdown di Italia | www.hrw.org

Jurnalis AFP mengabarkan empat polisi dengan seragam lengkap melakukan penjagaan di supermarket di Palermo. Mereka tetap berjaga meski hujan dengan wajah yang ditutupi topeng berwarna hijau.

Carmelo Badalamenti, warga setempat yang mendorong troli merah berisi barang belanjaan, mengatakan bahwa ia mengecam aksi pelaku penjarahan.

“Melakukan aksi penjarahan di toko bahan kebutuhan pokok tidak akan menyelesaikan apapun,” ujar Carmelo.

Baca Juga: Akibat Corona, Masjid Al-Aqsa Pertama Kali Ditutup Sejak 1967

Mengatasi kasus penjarahan, Perdana Menteri Giussepe Conte mengambil langkah cepat. Ia mengumumkan kepada publik bahwa pemerintah akan memberikan voucher bagi warga yang tidak bisa membeli makanan.

“Kami tahu kalian menderita. Tapi negara tetap hadir,” tegasnya. Adapun pemerintah Italia mengeluarkan dana sebesar 400 juta euro atau sekitar Rp 7,2 triliun untuk program pangan darurat selama masa lockdown.

Artikel Lainnya

Berdasarkan laporan Minggu, 29 Maret 2020, sebagaimana yang dilaporkan Kompas.com, korban Covid-19 yang meninggal di Italia telah mencapai angka lebih dari 10 ribu orang. Menyikapi hal ini, pemerintah Italia pun tengah berencana untuk memperpanjang masa lockdown yang seharusnya berakhir pada Jumat, 3 April, 2020.

Tags :