Siap Kejar Habis KKB di Nduga Papua, TNI Kirim Tambahan 600 Personel!
10 Maret 2019 by Titis Haryo
Siap bikin KKB lari terbirit-birit!
Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 600 prajurit untuk ditugaskan di Nduga, Papua. Penambahan keamanan ini berhubungan dengan meningkatnya intensitas serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Situasi panas memang sedang membara di Nduga pasca serangan tiba-tiba yang dilakukan KKB pada satuan TNI yang mengamankan Distrik Mugi, Nduga. Tiga anggota TNI pun harus gugur setelah terlibat baku tembak.
Lalu, bagaimana strategi TNI untuk menumpas habis KKB di Papua ini ya?
Pasukan dari Divisi Kostrad III dan Batalyon Zeni Tempur 8 Makassar

Enam ratus pasukan yang dikirimkan TNI menuju ke Nduga, Papua merupakan tambahan pasukan dari Divisi Kostrad III Makassar dan Batalyon Zeni Tempur 8 Makassar.
Para prajurit pun dikabarkan sudah mendarat di Timika dan akan segera merapat ke pos-pos pengamanan salah satunya di Nduga.
“Saat ini personel sudah sampai di Timika, 600 prajurit akan mulai kami berangkatkan hari ini ke Nduga,” ucap Kepala Penerangan Kodam VII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi dilansir dari Tempo, Sabtu (9/3).
Akan memutus jalur dan sumber logistik KKB

Prajurit yang dikirimkan oleh TNI ini nantinya akan mengembang tugas penting yaitu memutus seluruh sumber logistik KKB di Papua.
Untuk itu, para prajurit nanti akan disebar dan ditempatkan di kampung-kampung kecil di daerah Nduga agar setiap gerak gerik KKB bisa diatasi dengan cepat.
“Sekarang dengan masuknya TNI, kami berharap bisa memutus jalur dan sumber logistik akan terputus, karena sumber logistik dari kampung,” ucap Aidi.
Beberapa kampung yang akan mendapatkan tambahan personil prajurit TNI adalah Distrik Mbua, Digi, Paro Atas, Paro Bawah, dan Mugi. Kampung-kampung ini dikenal sebagai basis terkuat KKB di Papua.
Pasukan juga akan mengamankan proses pembangunan infrastruktur Trans Papua

Bukan hanya memberantas habis KKB, tambahan prajurit di Papua ini juga akan menguatkan pengamanan pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan.
Salah satu yang menjadi konsentrasi pengamanan adalah pembangunan 21 jembatan di ruas jalan Trans Papua yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Pasukan berjumlah 600 personil dari satua Yonif 431/SSP dan Yon Zipur 8 Makassar. Pasukan ini akan melaksanakan pengamaman dan pembangunan 21 jembatan di Kabupaten Nduga,” tegas Aidi dikutip dari Tribunnews, Minggu (10/3).
Munculnya gerakan KKB di Papua memang cukup menyulitkan pemerintahan dalam menciptakan pemerataan pembangunan. Kini, TNI harus berjuang keras agar KKB bisa diberantas dan diusir dari tanah Papua.
Semoga tambahan prajurit ini bisa menguatkan pertahanan Indonesia dari serangan-serangan brutal KKB di Papua.