Prabowo Sebut TNI Lemah dan Rapuh, Ini Fakta Kekuatan Militer Indonesia!

TNI Lemah
Prabowo sebut TNI lemah pada sesi debat capres keempat |

Anggaran militer kita memang minim!

Pada kesempatan debat capres keempat, Sabtu (30/3) malam kemarin, kedua Capres beradu gagasan mengenai pertahanan dan keamanan Indonesia. Prabowo dengan tegas mengungkapkan keprihatinannya akan angkatan senjata Indonesia yang menurut penilaiannya lemah dan rapuh.

Terhitung, setidaknya Prabowo mengungkapkan kekhawatirannya itu sebanyak tiga kali dalam debat capres. Menurut beliau, strategi pertahanan dan keamanan Indonesia kurang tepat dan anggaran untuk pertahanan sangat minim.

“Kita ingat adagium dari Thucydides, ahli sejarah Yunani, 2500 tahun lalu mengatakan bahwa the strong will do what they can and the weak suffer what they must, yang kuat akan berbuat sekehendaknya yang lemah harus menderita. Karena itu saya menilai pertahanan Indonesia terlalu lemah, jauh dari yang diharapkan. Kenapa? Karena kita tidak punya uang karena itu kita harus menjaga keuangan kita ke mana,” Sebut Prabowo dalam sesi diskusi pertahanan dan keamanan.

Hal ini tentunya menarik mengingat Prabowo adalah mantan TNI yang seyogyanya memahami betul permasalahan dalam angkatan bersenjata di Indonesia. Lalu, benarkah TNI Lemah dan Rapuh?

TNI Lemah
Seberapa kuat angkatan militer di Indonesia? |

Masalah yang disebutkan oleh prabowo tentang sistem pertahanan keamanan kita adalah minimnya anggaran. Menurut Prabowo, anggaran yang kurang ini membuat angkatan bersenjata jadi tidak mampu membela berbagai kekayaan negara.

Memang benar bahwa anggaran untuk pertahanan di Indonesia hanyalah 6,6 persen dari total APBN tahun 2019. Jumlahnya pun hanya sebesar 108,4 Triliun Rupiah, kalah jauh jika dibandingkan dengan anggaran militer India yang mencapai 685 Triliun Rupiah.

Namun kita juga tidak bisa menampik fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan militer terkuat ke-15 di dunia dan pertama di ASEAN. Dengan jumlah personel militer yang banyak dan berbagai peralatan tempurnya.

Dilansir dari BBC Indonesia, Pengamat militer Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muhamad Haripin menyatakan bahwa Indonesia butuh untuk menambah armada alutsistanya di laut dan udara karena dinilai masih minim untuk melindungi Indonesia.

Akan tetapi penambahan anggaran bukanlah jalan keluar untuk permasalahan militer Indonesia. Menurutnya yang perlu dibenahi adalah alokasi anggaran dalam departemen pertahanan.

Selama ini anggaran pertahanan Indonesia sekitar 60 – 70 persen digunakan untuk belanja pegawai. Hanya 30 persen dari anggaran tersebut yang lantas digunakan untuk belanja alutsista demi menambah kekuatan militer Indonesia.

Artikel Lainnya

Di sisi lain, anggaran pertahanan Indonesia pun terus bertambah besar dari tahun ke tahun, kekuatan militer Indonesia di dunia pun terus naik. Fakta-fakta tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam penguatan pertahanan negara.

Bagaimana menurutmu? Benarkah bahwa TNI kita lemah dan rapuh?

Tags :