PSI Pasang Iklan Baru di Televisi, Efektif Untuk Tingkatkan Elektabilitas?

Iklan Parpol
Iklan partai politik di TV kini diatur dengan ketat oleh KPU |

Kali ini, iklan PSI jelas pesannya. Tapi...

Iklan partai politik belakangan ini kian marak diputar pada jeda iklan di televisi. Salah satunya adalah iklan unik dan kontroversial dari PSI yang juga kerap diputar di TV dan membuat warganet gatal berkomentar karena konsepnya yang tak biasa.

Baru-baru ini, PSI mengeluarkan iklan baru yang tak kalah mencuri perhatian. Menggunakan konsep yang unik, iklan partai PSI yang baru ini juga mengundang berbagai komentar meski tak seperti seri iklan pertamanya, kini warganet tidak lagi bingung dengan pesan dari iklan tersebut.

Di iklan terbarunya, PSI memperlihatkan penyanyi dan dua gitaris dengan gaya zaman dulu menyanyikan lagu bernuansa dangdut lawas. Lagu tersebut mengajak penontonnya untuk coblos partai PSI di nomor 11 dan mewartakan visi misi PSI yang anti korupsi serta tolak poligami.

Pertanyaannya kini, mengapa PSI baru membuat iklan dengan pesan yang jelas itu sekarang? Mengapa iklan lama PSI cenderung sulit diinterpretasi apa makna dan pesannya? Lalu apakah iklan tersebut efektif dalam meningkatkan elektabilitas?

Iklan Parpol
PSI jadi salah satu parpol dengan iklan yang cukup unik di TV |

Ternyata, ada alasan di balik keputusan PSI dan partai-partai lainnya dalam menggunakan iklan yang kurang jelas maknanya di TV.

Pasalnya, KPU memang melarang penayangan iklan kampanye di TV hingga periode kampanye terbuka yang baru dihelat mulai tanggal 24 Maret kemarin dan akan berlangsung sampai 13 April mendatang.

Hal inilah yang mendorong PSI untuk beriklan non-kampanye dengan konsep unik seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Kini setelah masuk masa kampanye terbuka, PSI mulai menggunakan iklan kampanye yang dikonsep dengan tak kalah menarik.

Selain aturan tentang masa penayangan, KPU juga memiliki beberapa aturan lain terkait iklan partai politik di TV. Parpol hanya boleh menayangkan iklan berdurasi 30 detik maksimal 8 kali di setiap stasiun televisi setiap harinya.

Sehingga bisa dijamin bahwa kita hanya akan melihat iklan PSI 8 kali setiap harinya di satu stasiun televisi. Namun mengingat ada banyak parpol yang mungkin akan memasang iklan di TV maka kita juga perlu mengantisipasi adanya iklan partai politik yang terus menerus.

Artikel Lainnya

Lantas, apakah iklan di TV cukup efektif dalam meningkatkan elektabilitas? Dampak iklan TV terhadap elektabilitas rupanya masih harus dikaji kembali.

Pasalnya berangkat dari pengalaman tahun 2014 lalu, iklan PKPI dan Hanura di TV dianggap tidak mampu menaikkan elektabilitas partai menurut peneliti senior Founding Father House Dian Permata, seperti dilansir dari Republika.

Iklan PSI yang sudah lama hadir di TV pun ternyata tidak berbanding lurus dengan hasil survei terkait elektabilitas PSI yang dirilis oleh Litbang Kompas.

Bawaslu pun mengeluarkan pernyataan senada tentang efektivitas iklan parpol di TV. Menurut Bawaslu, disitir dari Wartakota, parpol yang banyak beriklan di media tidak selalu memiliki elektabilitas yang baik pula.

Tags :