PKS: Kami Tetap Istiqamah Sama Koalisi Prabowo

Prabowo-Sandi, Madani Ali Sera (MAS) | kumparan.com

So sweet!

Pemilihan Umum (Pemilu) Pileg dan Pilpres 2019 telah usai, dengan kemenangan diraih oleh pasangan nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin atas rival mereka, pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, dengan perolehan suara sebanyak 55,50 persen atau 85.607.362. Sementara perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen.

Meski sudah terlihat gamblang siapa pemenang dalam Pilpres 2019, namun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, tidak menerima begitu saja, pihaknya mengklaim jika Pilpres 2019 sarat akan kecurangan, oleh sebab itu pihaknya juga dikabarkan telah mengajukan gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sembari menunggu sidang MK yang akan segera digelar, kabar mengejutkan justru datang dari Koalisi internal milik Prabowo - Sandiaga (Adil Makmur). Dilansir dari kumparan, Senin (10/06/2019), kabar keretakan Koalisi Adil Makmur semakin menyeruak ke permukaan manakala, Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik menyarankan agar koalisi paslon nomor 01 dan paslon nomor 02 dibubarkan. Tanpa menunggu lama, usulan ini pun segera ditolak mentah-mentah oleh salah satu partai pengusung, PKS.

Koalisi Adil Makmur, Prabowo - Sandi | kumparan.com

Lebih lanjut menurut Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera (MAS), menilai pembubaran koalisi ini justru akan memberikan efek negatif tak hanya bagi koalisi tapi juga bagi semua partai yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur. Tak hanya itu saja, pembubaran koalisi juga dapat memberikan kesulitan dalam proses pengambilan keputusan politik.

Oleh sebab itu MAS justru menyarankan hal sebaliknya, yakni Koalisi Adil Makmur harus tetap ada karena dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota partai.

Pembubaran koalisi justru menyulitkan pengambilan keputusan politik. Biarkan ini jadi pembelajaran bersama dengan syarat semua mengedepankan akhlak politik yang dewasa, kata Mardani dalam keterangannya, Minggu (9/6).

MAS juga menilai adanya koalisi justru memberikan kualitas kompetisi dalam demokrasi, MAS lalu mencontohkan bagaimana capres Amerika Serikat, John McCain di Pilpres 2008 yang mengoreksi pernyataan pendukungnya yang saat itu mengkritik lawannya di Pilpres Barrack Obama.

Ingat saat Capres McCain mengoreksi pernyataan seorang pendukungnya yang mencap lawannya Capres Barrack Obama sebagai bukan orang Amerika, sikap McCain jelas: Obama orang Amerika yang baik dan kompetitor saya dalam mencintai Amerika, jelas Mardani.

Mardani Ali Sera (MAS) | kumparan.com
Artikel Lainnya

Dari contoh kecil inilah, menurut MAS, Indonesia dapat belajar menghormati kompetitor, bukan malah mengusulkan adanya pembubaran koalisi.

Kita bisa bersaing dan tetap saling menghormati kompetitor, tutur dia.

Menyikapi isu miring ini, MAS, menyatakan sikap bahwa dirinya dan PKS tetap akan terus bersama Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan nomor urut 02, Prabowo - Sandi di Pilpres 2019.

PKS insyaallah istiqomah bersama Koalisi Adil Makmur, tutur dia.

Tags :