Nggak Kapok, Kini Beredar Lagi Video Emak-Emak Berbaju PKS Kampanye Hitam Pelajaran Agama akan Dihapus Jokowi

Kampanye hitam merajalela, ironisnya oknum adalah ibu-ibu!

Beberapa saat lalu beredar video emak-emak kampanye hitam dengan mengatakan bahwa jika Jokowi terpilih tak akan ada lagi azan dan perkawinan sesama jenis disahkan. Namun vonis tersangka dan ancaman hukuman untuk ketiga emak-emak tersebut tak membuat kampanye hitam mereda.

Kini ramai lagi video kampanye hitam ke Capres 01 oleh seorang ibu yang kembali viral. Polda Sulawesi Selatan kini tengah berupaya mencari identitas perempuan paruh baya tersebut. Polda meminta pihak Dinas Catatan Sipil untuk melakukan pencocokan wajah terduga pelaku yang sangat jelas dalam video tersebut.

Dalam video tersebut, seorang ibu yang mengenakan hijab dan baju berwarna jingga terekam sedang berada di rumah warga. Pada bagian lengannya tampak rangkaian logo berupa dua bulan sabit dan kapas dengan dasar kain hitam, mirip logo PKS.

Ia kemudian bicara soal alasan memilih "Prabowo". Yakni, semua pihak harus memikirkan nasib agama anak-anak. Sang emak-emak kemudian mulai bicara nasib pendidikan agama di sekolah. "Walau kita yang tidak menikmati, periode 5 tahun, 10 tahun yang akan datang ini, apakah kita mau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama ininya, menteri-menterinya? Itu kan salah satu program mereka," ujar sang ibu.

Selain menghapus pelajaran agama dari sekolah-sekolah, ibu tersebut juga menyebut Jokowi akan merubah pesantren menjadi sekolah umum. Karena terdapat atribut PKS yang dikenakan ibu tersebut, dilansir dari Cnnindonesia.com, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memberikan konfirmasi. Mardani menyebut bahwa ia belum mengetahui isi video tersebut dan belum mau berkomentar soal hal tersebut.

"Kami belum tahu ada video itu. Nanti kita coba liat dulu," kata dia.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin pun ikut menegaskan bahwa menghapus pelajaran atau pendidikan agama dari kurikulum sekolah tidak akan mungkin.

"Di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat, bahkan pelajaran agama wajib di sekolah, baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools) apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools)," tuturnya, dikutip dari situs kemenag.go.id, Selasa (5/3). "Apalagi di Indonesia, negara bangsa yang dikenal sangat religius, mustahil pelajaran agama dianggap tidak penting, dan akan dihilangkan," lanjutnya.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily juga memberikan komentar terkait video tersebut. Menurutnya cara kotor seperti hal itu akan merusak elektailitas pasangan 01.

"Tidak mungkin kami menghapus pendidikan agama dan pesantren dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf periode lima tahun ke depan. Bahkan justru kami akan memperkuat peran pesantren, selain sebagai lembaga pendidikan agama Islam, juga menjadi pengembangan ekonomi umat. Jadi jelas kampanye Ibu itu hoax dan mengada-ada," ujar Ace.

Mardani Ali Sera | jateng.tribunnews.com
Artikel Lainnya

Bukannya malah takut berkampanye hitam justru ada lagi nih guys kasus-kasus yang menghambat pendewasaan perpolitikan Indonesia di kalangan masyarakat. Kalau udah nonton videonya kira-kira menurutmu atau pendapatmu apa nih guys buat ibu-ibu tersebut?

Tags :