Kelewat Sempit, Singapura Mulai Membangun Di Bawah Tanah!

Singapore
Singapore yang merupakan surga belanja di Asia Tenggara. | www.advisoryexcellence.com

Apakah Singapura akan membangun kota bawah tanah seperti di film-film fiksi ilmiah?

Pernah tidak terbayangkan jika kelak akan ada kota di bawah tanah yang super canggih dan berteknologi tinggi seperti yang ada di film-film fiksi ilmiah? Nah, sepertinya Singapura sudah mulai mempertimbangkan hal tersebut.

Pasalnya, negara itu sudah mulai kehabisan lahan untuk dibangun. Jika mungkin di Indonesia masih ada banyak lahan namun kekurangan pendanaan untuk pembangunan, namun yang terjadi malah sebaliknya di Singapura.

Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, berikut adalah permasalahan yang sedang dihadapi Singapura dan rencananya untuk membangun di bawah tanah.

1.

Masalah kepadatan penduduk

Singapore
Kepadatan Singapura | www.nst.com.my

Akibat dari pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir ini, Singapura sangat berhati-hati dalam hal pengelolaan negaranya. Mulai dari masalah kepadatan penduduk hingga ketertiban lalu lintas, Singapura terus memantau negaranya dengan hati-hati.

Apalagi saat ini Singapura memiliki populasi sebanyak 5,6 juta penduduk yang tentunya akan makin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Maka pemerintah harus memikirkan lagi bagaimana cara menampung jumlah penduduk yang akan terus bertambah.

2.

Penggunaan ruang bawah tanah

Singapore
Masterplan Singapura | www.propertyguru.com.sg

Menghadapi permasalahan tersebut, Singapura mulai mempertimbangkan untuk memanfaatkan ruang bawah tanahnya secara lebih baik lagi. Saat ini, Singapura sudah membangun jalan raya dan sistem pendingin udara di bawah tanah yang cukup canggih.

Namun tidak ada salahnya juga jika mulai merencanakan untuk menampung lebih banyak lagi fasilitas di bawah tanah, agar lahan dipermukaan bisa dioptimalkan pembangunannya.

Abhineet Kaul, seorang spesialis sektor publik di Singapura yang bekerja sebagai konsultan di Frost & Sullivan berkata, “Kami perlu mempertimbangkan opsi untuk menempatkan infrastruktur kritis di bawah tanah. Kami memiliki kebutuhan yang semakin meningkat akan lahan industri, komersial, perumahan dan hijau di Singapura.”

Menurut Abhineet, pihak berwenang Singapura ingin berbagai utilitas, transportasi dan tempat penyimpanan serta industri agar berada di bawah tanah untuk membebaskan lahan di atasnya. Meski begitu, belum ada rencana pengembangan lahan perumahan di bawah tanah.

Baca Juga: Banyak Keluhan Pada Rumah DP 0 Rupiah, Anies: Tugas Kami Memang Untuk Mengecewakan

3.

Mencontoh keberhasilan negara lain

Singapore
Montreal di Kanada | localfoodtours.com

Rencana memanfaatkan ruang bawah tanah ini rupanya sudah lebih dahulu dilakukan oleh beberapa negara lain di dunia. Salah satunya adalah ibu kota Finlandia, Helsinki. Kota tersebut memanfaatkan ruang bawah tanahnya untuk membangun terowongan yang berisi tempat parkir mobil, kolam renang dan bahkan pusat perbelanjaan.

Negara lainnya adalah Montreal di Kanada yang memiliki kota bawah tanahnya sendiri. Sebenarnya kota bawah tanah ini lebih mirip seperti mall-mall yang saling terhubung oleh lorong-lorong besar dan modern.

Baca Juga: Amien Rais : Pemindahan Ibu Kota Dipersembahkan Untuk Beijing!

4.

Singapura tak lagi jadikan reklamasi strategi perluasan wilayah

Singapore
Reklamasi Singapura | mothership.sg

Sebelum ini, perluasan lahan yang dilakukan oleh Singapura utamanya adalah reklamasi tanah dari laut. Cara ini cukup berhasil melihat luas negara ini yang sudah makin besar menjadi lebih dari seperempatnya.

Namun cara ini tidak lagi dilakukan karena bagian laut sudah menjadi lebih dalam sehingga lebih sulit lagi untuk melakukan reklamasi. Apalagi negara-negara pengekspor pasir sudah berhenti menjual pasirnya kepada Singapura atas dasar masalah lingkungan.

Artikel Lainnya

Rencana ini memang tampak mungkin untuk dilakukan, mengingat banyak negara lain yang telah lebih dulu melakukannya. Namun tetap ada beberapa permasalahan yang akan dihadapi Singapura jika membangun di bawah tanah.

Salah satunya adalah konstruksi yang akan sangat sulit jika menggunakan bahan peledak. Tentunya peledakan batu di bawah tanah tidak akan bisa dilakukan jika di lahan permukaannya terdapat bangunan-bangunan lain. Kekhawatiran ini disampaikan oleh Chu Jian yang merupakan seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di NTU.

Tags :