Temukan Cara Ampuh Tangkal COVID, Singapura Bakal Anggap COVID Seperti Flu Biasa!

Singapura
Singapura | kabar24.bisnis.com

Singapura umumkan say goodbye to lockdown, karantina, & isolasi mandiri. Apa penyebabnya?

Pemerintah Singapura mengumumkan akan segera mengakhiri masa lockdown di negaranya dan mulai membuka kembali aktivitas perkantoran, perjalanan, dan perdagangan tanpa menerapkan protokol kesehatan ketat. Itu artinya, pandemi COVID-19 akan diperlakukan layaknya penyakit endemik seperti flu biasa.

Menurut Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, prioritas Singapura dalam beberapa bulan ke depan adalah mempersiapkan Singapura untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 sebagai penyakit yang dapat dikendalikan.

Menurut ketiga menteri tersebut, masyarakat Singapura kini sudah lelah dengan situasi pembatasan sosial berskala besar yang tengah dilakukan di negeri mereka sendiri. Mereka mulai mempertanyakan kapan dan bagaimana pandemi ini akan segera berakhir?

Sudah 18 bulan sejak pandemi dimulai dan orang-orang kami lelah berperang. Semua bertanya: kapan dan bagaimana pandemi akan berakhir?"

ungkap mereka seperti dikutip dari Kabar24.com, Senin (28/6).

Baca Juga: Viral! Warga India Sembah Dewi Corona untuk Usir Covid-19

Singapura
PM Singapura | kabar24.bisnis.com

Selain itu, Singapura juga berencana untuk tidak lagi mengumumkan jumlah kasus harian COVID-19. Namun, pemerintah setempat tetap mendorong masyarakat melakukan tes rutin sebelum pergi ke toko atau pergi bekerja. Seperti negara lain pada umumnya, Singapura memiliki puncak kasus pada awal tahun lalu hingga mencapai 600 kasus sehari pada pertengahan April.

Namun, gelombang lebih kecil pada bulan Agustus lalu membuatnya kini stabil dengan sekitar 20-30 kasus setiap hari. Hal inilah yang membuat pemerintah Singapura sendiri akhirnya ‘pede’ dapat mengendalikan virus ini dengan baik.

Sebagian besar sembuh tanpa perlu dirawat di rumah sakit, dan dengan sedikit atau tanpa pengobatan. Mereka beranggapan bahwa kondisi pandemi saat ini tidak dapat terelakkan lagi, namun mereka percaya kalau pandemi ini bisa dikendalikan menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti penyakit endemik biasa pada umumnya.

Kita tidak bisa memberantasnya, tapi kita bisa mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” kata ketiganya.

Baca juga: Kasus Covid Meningkat, Banyak Mayat Tergeletak di India

Vaksinasi adalah kuncinya. Singapura akan memberikan vaksin dua pertiga dari penduduknya. Setidaknya satu suntikan dalam beberapa minggu, dan dua pertiga divaksinasi penuh pada awal Agustus. Singapura telah mencatat beberapa penduduk setempat yang divaksinasi lengkap terkena COVID-19, tetapi tidak satupun dari mereka yang memiliki gejala serius.

Alih-alih, memantau jumlah infeksi COVID-19 setiap hari, pemerintah Singapura akan fokus pada hasil, termasuk berapa banyak yang jatuh sakit parah, berapa banyak di unit perawatan intensif, berapa banyak yang perlu diinkubasi untuk oksigen, dan sebagainya.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah mengatakan bahwa dirinya tidak melihat COVID-19 akan hilang. Menurutnya, Covid-19 akan menjadi endemik.

Virus ini akan terus bersirkulasi di kantong-kantong populasi global untuk beberapa tahun ke depan. Ini artinya kita akan melihat perjangkitan kecil dari waktu ke waktu, termasuk di Singapura," katanya.

Dalam pidato, dia juga melihat vaksin COVID-19 tidak bisa sepenuhnya melindungi manusia dari ancaman virus, tapi vaksin bisa sedikit mencegah penularan.

Artikel Lainnya
Tags :