Geger Seorang Pria Meninggal Saat Sholat Jumat Berjamaah di Bogor, Jemaah Lari Kocar-Kacir

Petugas medis mencoba mengevakuasi jenazah pria yang meninggal saat sholat Jum'at di Masjid Al Atieq, Kabupaten Bogor, Jum'at (17/4). | kumparan.com

Kepanikan itu muncul usai ada dugaan korban meninggal karena corona. Nah lho.

Ibadah sholat Jum’at di Masjid Al Atieq di Kampung Semplak Kaum, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diwarnai peristiwa menghebohkan usai salah satu jemaah tiba-tiba meninggal dunia pada Jum’at (17/4).

Warga yang berada di dalam masjid pun langsung panik dan lari kocar-kacir membubarkan diri. Hal ini tidak lepas dari adanya dugaan korban meninggal karena corona yang saat ini sedang mewabah di tanah air.

Lantas, seperti apa kronologinya? Simak berikut ini.

1.

Pria meninggal saat sholat Jum’at bikin warga heboh

Pria meninggal saat sholat Jum'at di Kabupaten Bogor, Jum'at (17/4). | kumparan.com

Dilansir dari Kumparan.com, Jum’at (17/4), Sekretaris Desa Semplak Barat, Asep Mulyadi membenarkan adanya peristiwa seorang jemaah yang meninggal saat melaksanakan sholat Jum’at.

Dia menjelaskan korban diketahui sebagai warga pendatang yang saat ini sedang tinggal di rumah kontrakan salah satu warga.

Baca Juga: Alasan Lain Yasonna Bebaskan Napi Saat Corona: Dilakukan Atas Rekomendasi PBB Seluruh Dunia!

“Intinya kami dari pihak desa hanya menerima laporan dari warga ketika sholat Jum’at ada warga yang pingsan. Tapi, itu bukan warga asli desa, dia adalah warga luar, ngontrak gitu,”

Saat itu, juga diketahui ibadah sholat Jum’at masih berlangsung ketika korban tiba-tiba jatuh tersungkur dan tak bergerak sama sekali di atas sajadah.

Warga yang khawatir pun langsung menjauhi jenazah korban dan tidak ada yang berani mendekat hingga akhirnya petugas medis dari puskesmas setempat datang dengan APD lengkap.

Jenazah korban sendiri diketahui tergeletak begitu lama di dalam masjid, bahkan Asep mengakui bila jenazah baru dievakuasi pada malam hari.

“Sampai sekarang (semalam) belum dievakuasi, karena memang ada SOP kita menjaga suatu hal kondisi seperti sekarang corona ini,” jelasnya.

Baca Juga: Parah! Gara-Gara Pasien Berbohong, 46 Tenaga Medis di Semarang Positif Corona!

2.

Masyarakat tetap ngeyel gelar sholat Jum’at

Proses evakuasi jenazah pria dilakukan petugas medis berpakaian APD lengkap karena menghindari dugaan corona. | news.detik.com

Asep juga menjelaskan bahwa sebenarnya pejabat desa sudah memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak menggelar ibadah sholat Jum’at terlebih dahulu dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, imbauan ini masih menjadi pro kontra di masyarakat dan tetap ada yang ngeyel untuk menggelar ibadah berjamaah. Padahal saat ini Kabupaten Bogor menjadi salah satu episentrum penyebaran corona di Indonesia.

“Kita sudah mengimbau, ya sudah, dari kepolisian sudah tapi di masyarakat itu sendiri ada yang paham ada yang tidak,”

“Ini adalah satu dilema juga kadang-kadang, pro kontra,” jelasnya.

Baca Juga: Ramalkan Corona Selesai di Akhir Tahun dan Pariwisata Kembali Berjaya, Jokowi: Saya Yakin!

3.

Hasil tes pria meninggal di masjid

Ilustrasi: Sakit Jantung | aceh.tribunnews.com

Pada Sabtu (18/4), penyebab kematian pria yang meninggal di Masjid Al Atieq akhirnya diketahui. Asep menjelaskan bahwa korban meninggal negatif corona.

Hasil tes dari petugas medis mendapati bahwa korban yang telah dievakuasi ke RSUD Cibinong itu meninggal karena penyakit jantung.

“Sudah ada kabar dari staf yang ikut mengantar ke RSUD. Alhamdulillah, hasilnya negatif corona, penyebab penyakit jantung,”

Korban sendiri akhirnya diketahui bernama Odang Muhtarom (53), warga Kampung Muara Beres, Desa Sukahati, Kecamatan Cibinong.

Artikel Lainnya

Peristiwa meninggalnya seorang pria saat melaksanakan sholat Jum’at berjamaah di Bogor membuat para jemaah panik hingga akhirnya lari kocar-kacir.

Hal ini tidak lepas dari sedang banyaknya isu corona yang saat ini sedang terjadi. Untungnya, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dipastikan negatif corona.

Namun kejadian ini semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua agar bisa menahan diri dan menghindari kerumunan karena itu bisa menjadi pemicu meningkatnya resiko penularan corona.

Jadi tetap jaga diri dan di rumah saja dulu ya!

Tags :