Dianggap Bakar Rumah Sendiri, Arief Poyuono: Saya Memang Spesialis Bakar-Membakar!

Arief Poyuono
Arief Poyuono menimbulkan kontroversi menjelang hari pengumuman KPU |

Arief Poyuono melontarkan beberapa pernyataan kontroversial yang dikecam oleh banyak pihak

Belakangan, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono melontarkan beberapa pernyataan kontroversial yang dianggap ‘membakar’ rumahnya sendiri. Hal ini disampaikan oleh ketua DPP Gerindra, Desmond J Mahesa.

“Arief Poyuono kan kesannya membakar gitu lo,” ucap Desmond, dikutip dari Detik, pada Kamis (16/5).

Lebih lanjut, Desmond juga menyatakan bahwa Poyuono lebih cocok untuk berada di pihak penguasa karena sifatnya yang dianggap membakar dan merusak.

“Kalau saya melihat, Arief Poyuono ini cocoknya sebagai bagian dari kekuasaan. Arief Poyuono merusak. Kalau dia berbicara soal mengusir orang, itu semua kan merusak. Padahal perbedaan itu biasa, kalau Demokrat berbeda, itu biasa, biarlah sejarah yang menilai,” lanjut Desmond kemudian.

Arief Poyuono
Pernyataan Arief Poyuono yang jadi polemik |

Perilaku dan pernyataan Arief Poyuono yang dinilai tak sejalan dengan Gerindra ini pun telah membuahkan surat peringatan dari Gerindra. Desmond mengajak Poyuono untuk lebih dewasa dan tidak menebar permusuhan, terutama pada koalisi sendiri.

Baca Juga: Arief Poyuono Ajak Tolak Bayar Pajak, TKN: Modus Bikin Gaduh Jelang Pengumuman KPU

Watak Poyuono disebutkan oleh Desmond menjadi alasan di balik berbagai pernyataan kontroversial tersebut. Pernyataan Poyuono pun tak dapat digunakan sebagai pernyataan partai, menurutnya.

“Kami tidak mau menghukum orang yang aneh-aneh. Kami menuntut orang ini sadar. Sudah dikirimi SP-1, sudah ditegur, tapi masih saja.... Ini karena wataknya saja. Itu sudah diperingatkan,”

Baca Juga: Lebaran di penjara? Polisi Tahan Eggi Sudjana Selama 20 Hari Kedepan!

Menjawab teguran Desmond, Poyuono justru menegaskan bahwa dirinya memang spesialis membakar dan merusak. Termasuk pula membakar semangat kesadaran rakyat bahwa pajak yang dibayarkan digunakan untuk membiayai pemilu yang penuh kecurangan.

“Saya memang spesial bakar-membakar. Bakar rokok dan perusak, perampok-perampok uang rakyat,” Tutur Poyuono pada Kamis (16/5).

Artikel Lainnya

Sebelumnya, Arief Poyuono memang sempat mengemukakan pernyataan kontroversial seperti mengusir Partai Demokrat dari Koalisi Adil Makmur, mengajak boikot pemerintahan hasil pilpres 2019 dengan menolak bayar pajak, serta menuntut BPN Prabowo – Sandi untuk tak hanya menolak hasil Pilpres 2019 namun juga menolak hasil Pileg 2019.

“Kita lakukan gerakan boikot pemerintahan hasil Pilpres 2019 seperti yang pernah diajarkan oleh Ibu Megawati ketika melawan rezim Soeharto yang mirip dengan rezim saat ini. Dengan kita menolak bayar pajak dan tidak mengakui pemerintahan yang dihasilkan oleh Pilpres 2019 dan anggota DPR RI Gerindra dan parpol koalisi tidak perlu ikut membentuk DPR RI 2019-2024 adalah jalan untuk tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” ujar Poyuono dikutip dari Detik.

Ajakan Poyuono untuk menolak membayar pajak ini mendapat tanggapan tak hanya dari BPN dan kubu Prabowo – Sandi, namun juga dari pihak yang berkepentingan lainnya seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani yang meminta Poyuono menyadari bahwa partainya juga menikmati subsidi dari pajak rakyat.

Tags :