Demo Bawaslu Diwarnai Kerusuhan dan Pembakaran, Ini Kronologi Lengkapnya!

Aksi demo
Aksi demo Bawaslu diwarnai kerusuhan |

Demo Bawaslu berbuntut kerusuhan, akankah mengulang tragedi 1998?

Pilpres 2019 masih terus memanas hingga hari ini. Tanggal 22 Mei sudah sejak beberapa waktu lalu disinyalir akan menjadi puncak dari panasnya situasi Pemilu 2019.

Kurang dari sehari setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi suara pemilu, massa telah memenuhi jalan depan kantor Bawaslu dan memulai aksi demo memprotes hasil dari KPU tersebut. Aksi ini berawal dengan damai dari siang hari hingga massa membubarkan diri selepas salat Tarawih.

Sayangnya, di malam hari justru ada massa yang mendekati Bawaslu dan memicu kerusuhan hingga bentrok antara massa dan aparat tak terhindarkan. Tempat insiden pun tidak hanya di depan kantor Bawaslu namun meluas hingga kawasan Tanah Abang dan Petamburan.

Lalu, bagaimana kronologi lengkap kerusuhan 21-22 Mei ini?

Aksi demo
Kronologi lengkap kerusuhan 21-22 Mei 2019 |

Aksi 22 Mei ini memang sudah sejak lama diperkirakan akan berlangsung panas. Banyak isu yang berembus mengenai hari tersebut. Beredar pula berbagai ajakan di media sosial untuk merapat dan ‘berjihad’ di Jakarta pada 22 Mei.

Pihak kepolisian mengantisipasi potensi situasi ricuh dengan menurunkan 30 ribu lebih aparat dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka juga dibekali dengan berbagai atribut guna mengendalikan massa jika situasi sudah mulai tak kondusif seperti gas air mata, peluru karet dan water cannon.

Area perkantoran Bawaslu pun dipasangi pagar berduri guna menghalau demonstran yang akan memaksa memasuki kantor Bawaslu. Sayangnya pengamanan ini akhirnya tak berhasil menghentikan massa untuk melakukan berbagai aksi anarkis seperti membakar benda-benda di Tanah Abang dan melempari aparat dengan bom Molotov.

Massa juga melakukan pembakaran terhadap area Asrama Brimob dan Pos Polisi yang terletak di Petamburan. Petugas Pemadam Kebakaran segera diterjunkan dan pihak kepolisian telah menangkap beberapa orang yang disinyalir menjadi provokator.

Artikel Lainnya

Dilansir dari Detik, akibat kerusuhan baik di Tanah Abang, Jalan Sabang maupun di Petamburan, Anies menyatakan telah jatuh 6 korban jiwa dan 200 orang lainnya luka-luka. Mereka kini sedang mendapatkan perawatan di RS Tarakan, RS Pelni, Budi Kemuliaan, RSCM, dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.

Kerusuhan pun tak mengendurkan upaya massa yang pagi ini kembali melangsungkan demo di depan Bawaslu. Semoga kekerasan di demonstrasi ini tidak tereskalasi lagi dan situasi bisa segera kondusif kembali.

Tags :