Bawa Gelombang Perubahan, Ini Deretan Politisi Muda yang Berhasil Curi Panggung!
10 Maret 2019 by Talitha Fredlina
Apakah usia yang muda bisa memberi perubahan berarti?
Pemilu legislatif dan presiden merupakan agenda pasti negara Indonesia setiap 5 tahun sekali. Sejak merdekanya Indonesia, pemilu pun diwarnai oleh tokoh dan kelompok yang itu-itu saja. Sekali dua kali beberapa nama mencuat, namun perputaran itu tidaklah begitu cepat.
Perkembangan zaman ternyata membawa rona lain dalam pemilu 2019 ini. Dengan besarnya jumlah generasi milenial di Indonesia yang mencapai 90 Juta orang, maka partai pun mulai menggaet tokoh-tokoh muda untuk meraup suara milenial. Terbukti dalam pemilu 2019 terdapat beberapa tokoh politisi muda yang mengemuka dan mengambil peran besar.
Berikut deretan politisi muda Indonesia yang harus kita kenal!
Tsamara Amany

Kita semua pasti mengenal juru bicara partai PSI yang satu ini. Dikenal sebagai politisi muda dan berbahaya karena idealismenya yang teguh dan kepintarannya, Tsamara ternyata baru berusia 22 tahun.
Faldo Maldini

Di samping Tsamara, Faldo Maldini juga menjadi salah satu politisi muda yang namanya melejit belakangan ini. Faldo merupakan kader dari partai PAN. Track record pendidikan dan organisasi Faldo pun cukup baik dan turut membangun popularitasnya hingga saat ini.
Rian Ernest

Rian Ernest merupakan satu lagi politisi muda yang menarik perhatian massa. Di usianya yang kini menginjak 31 tahun, ia sudah menjadi kader aktif PSI yang terkenal kritis.
Aryo Djojohadikusumo

Aryo Djojohadikusumo dikenal sebagai kader Gerindra yang kini sudah berhasil duduk di kursi DPR. Sebelum berkiprah di politik, keponakan Prabowo Subianto ini sempat menjabat sebagai komisioner di Arsari Group.
Ardima Rama Putra

Ardima Rama Putra adalah kader yang kini diusung oleh AMPI, salah satu sayap dari partai Golkar. Kecelakaan yang menimpanya membuat Ardima harus kehilangan mimpinya sebagai praktisi geologi dan menciptakan mimpi baru sebagai politisi.
Yohana Rukmaningrum

Yohana Rukmaningrum awalnya memasuki dunia politik hanya untuk memenuhi kuota partai 30% perempuan di pemilu 2019. Maka ia didesak oleh Ibunya untuk masuk ke partai dan menjadi caleg dalam pemilu kali ini. Meski begitu, Yohana tidak menjalankan tugas ini setengah-setengah.
Mereka hanyalah sebagian saja dari para politisi muda yang kini sedang berburu kursi legislatif dalam pemilu 2019, kecuali Aryo Djojohadikusumo yang kini sudah menjabat di DPR.
Di berbagai dapil, para caleg muda ini berlomba menawarkan pembaharuan dan pendekatan yang berbeda dari para politisi pendahulunya.
Kini kembali ke kita apakah kita mau menerima gelombang perubahan ini dan memercayakan negara pada politisi muda ini atau kita mau tetap memberikan panggung pada para pemain lama?