Aksi Demonstran Lebanon Nyanyikan Lagu Baby Shark untuk Tenangkan Bayi

Demonstran di Lebanon | www.aljazeera.com

Meski sedang marahi pemerintah, demonstran Lebanon tetap chill saat hadapi bayi!

Di tengah aksi protes yang tengah terjadi di Lebanon beberapa waktu lalu, terdapat aksi viral yang dilakukan oleh para demonstran. Saat itu sekelompok demonstran menyanyikan Baby Shark kepada seorang bayi. Sontak kejadian tersebut langsung viral di media sosial.

1.

Demonstran menyanyikan lagu Baby Shark

Demonstran di Lebanon | www.france24.com

Eliane Jabbour tengah berkendara melewati Distrik Baabda, selatan Beirut, ketika sekelompok demonstran mengelilingi mobilnya. Dilansir oleh CNN, saat itu putranya Robin yang berusia 15 bulan tengah bersamanya.

"Saya memberi tahu mereka, saya punya bayi. Jadi jangan keras-keras," tuturnya.

Saat itulah para demonstran Lebanon itu langsung melakukan aksi yang menjadi viral. Menyanyikan lagu Baby Shark yang disukai anak-anak.

Baca Juga: 22 Unit Harley Disita Negara, Dilelang dan Dibagikan ke Polda dan Kejaksaan

"Kejadiannya sangat spontan. Robin suka lagu ini. Dia sering mendengarkannya di rumah dan tertawa," ujar Jabbour dalam kejadian Sabtu malam (19/10/2019).

Jabbour menyatakan, video tersebut menjadi viral dengan cepat di seantero Lebanon. Bahkan suaminya pun sudah tahu sebelum dia mengatakannya. Kisah Jabbour dengan para demonstran akhir pekan lalu menjadi warna tersendiri dalam aksi protes yang melanda Lebanon, yakni ketika ratusan ribu orang menuntut reformasi.

2.

Protes kenaikan pajak di Lebanon

Demonstran di Lebanon | www.thenational.ae

Demonstrasi terjadi Kamis pekan lalu, tepatnya pada 17 Oktober 2019, ketika pemerintah mengusulkan pajak 20 persen per hari untuk panggilan WhatsApp.

Baca Juga: Ditaruh di Bagasi Garuda Indonesia, Burung Kacer Seharga 150 Juta Lenyap!

Namun unjuk rasa itu jauh lebih besar dari persoalan pajak panggilan WhatsApp. Warga menentang adanya politik sektarian, ekonomi melambat, dan kesulitan mendapatkan bahan baku.

Berbagai tekanan membuat pemerintah pada Senin menyetujui budget 2020 yang memperbolehkan adanya bantuan asing senilai miliaran dollar AS. Jabbour mengatakan, video viral yang menunjukkan demonstran bernyanyi Baby Shark bagi anaknya menunjukkan realita generasi muda Lebanon.

"Anak-anak di Lebanon berhak mendapat masa depan yang lebih cerah. Saat besar nanti, Robin akan melihat ini, dan tahu mereka berjuang untuknya," tuturnya

Warga Lebanon, Jumat (18/10/2019), serentak melakukan aksi turun ke jalan untuk memprotes rencana pemerintah yang hendak mengenakan pajak baru untuk penggunaan aplikasi WhatsApp. Rencana pajak baru itu diumumkan saat perekonomian Lebanon sedang dilanda krisis.

Dilansir oleh ABC Australia, ribuan orang turun ke jalan-jalan di penjuru kota di Lebanon untuk melampiaskan amarah mereka kepada para politisi yang dituduh korup dan salah mengurus negara sehingga terjadi masalah ekonomi serius.

Demonstrasi itu dimulai dengan belasan orang mendatangi pusat kota Beirut, menyusul pengumuman pemerintah yang berencana menerapkan pengenaan pajak sebesar Rp 30.000 untuk penggunaan aplikasi pengiriman pesan di internet, termasuk WhatsApp.

Baca Juga: Jiwasraya Nunggak Bayar Rp 12,4 Triliun, Jokowi Sebut Masalah Sudah Sejak era SBY

3.

Menteri jadi sasaran amukan massa

Demonstran di Lebanon | www.france24.com

Selain itu, pemerintah Lebanon juga berencana meningkatkan pajak untuk rokok dan BBM dalam rancangan APBN tahun 2020. Protes ini kemudian dengan cepat menyebar dan menjadi demonstrasi yang lebih besar, bahkan menjadi yang terbesar sejak krisis sampah tahun 2015.

Massa pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor-kantor pemerintah dan gedung parlemen di Beirut. Demonstran meneriakkan kata-kata "revolusi" dan "maling", yang ditujukan untuk para koruptor yang merajalela di negeri yang memiliki salah satu hutang terbesar di dunia.

Beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu, sepatu, dan botol ke arah petugas keamanan, hingga memicu terjadinya bentrok dengan polisi. Menteri Pendidikan Lebanon Akram Chehayeb juga menjadi sasaran amukan pengunjuk rasa setelah iring-iringan mobilnya melintas perlahan di pusat kota Beirut.

Para pengunjuk rasa yang mengetahui ada sang menteri di dalam mobil langsung mengerubungi dan menendang mobil tersebut.Salah seorang pengawal menteri sempat keluar dari dalam mobil dan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Beruntung, tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

Artikel Lainnya

Massa pengunjuk rasa juga menutup jalan di sejumlah kota di Lebanon, termasuk Tripoli di utara, Tyre di selatan dan Baalbek di timur laut. Massa mengatakan bakal tetap bertahan di jalan hingga pemerintah mengundurkan diri.

Menteri Telekomunikasi, Mohamed Choucair, yang muncul di televisi setelah protes terjadi mengatakan, Perdana Menteri Saad Hariti telah memintanya untuk mencabut usulan pengenaan pajak untuk aplikasi WhatsApp.

Tags :