11 Hal yang Kamu Lewatkan dari Film Dumbo Live Action

Dumbo | www.rollingstone.com

Banyak hal yang berbeda dan bahkan nggak kamu sadari.

Disney kembali merilis film live action yang diadaptasi dari film animasi berjudul Dumbo. Dumbo merupakan kisah klasik animasi, mengisahkan tentang gajah yang bertelinga besar dan bisa terbang.

Akan tetapi, suka atau nggak Dumbo live action memiliki perbedaan dengan versi animasinya. Beberapa adegan mungkin terlewatkan dari pandangan saat kamu menontonnya.

Berikut 11 Hal yang Kamu Lewatkan Dari Film Dumbo Live Action

Film garapan Tim Burton ini menjanjikan kisah yang lebih gelap dari versi animasinya. Buat kamu yang belum nonton Dumbo, artikel berikut ini bisa jadi spoiler. Jadi jangan baca dulu nih sebelum nonton filmnya!

1.

Live Action Dumbo dua kali lebih lama dari versi kartun.

Film Dumbo | www.indiewire.com

Dumbo versi original sebenarnya film yang sangat pendek dibandingkan dengan standar film zaman sekarang. Versi originalnya hanya memiliki panjang 64 menit, dan merupakan salah satu film terpendek yang pernah Disney buat. Dengan begitu, Dumbo live action membutuhkan kisah yang bisa mengisi satu jam sisanya.

Ya, Dumbo live action memiliki panjang film hampir dua jam, yaitu 114 menit, dan berarti dua kali dari panjang film sebenarnya. Itu berarti, separuh film merupakan tambahan plot dari Tim Burton, sang sutradara untuk memenuhi durasi.

2.

Dumbo nggak pernah diajari untuk terbang.

Film Dumbo | www.deseretnews.com

Dalam versi film animasinya, Dumbo diajari cara terbang oleh temannya Timothy Q. Mouse dan sekelompok gagak. Dalam versi film live action, dua karakter tersebut dihilangkan dan justru diganti oleh dua anak manusia yang menyadari bahwa telinga Dumbo selalu naik saat Dumbo bersin.

Namun, bagaimanapun juga kamu harus sadar jika gajah nggak pernah dimaksudkan untuk terbang menggunakan telinganya. Itu terjadi pada Dumbo karena Dumbo memang nggak pernah mendapatkan latihan terbang.

3.

Jaring pengaman yang nggak berguna saat penampilan Dumbo.

Film Dumbo | www.vox.com

Salah satu alasan Colette (Eva Green) merasa muak dengan Vandevere (Michael Keaton) dan Dreamland adalah ketika Vandevere membohonginya dan Dumbo untuk melakukan penampilan bersama tanpa jaring pengaman di bawah mereka.

Jika kamu melihat dengan seksama jalur terbang yang mereka gunakan saat melakukan pertunjukkan, kamu akan menemukan bahwa jaring terbang hanya berada di tengah panggung. Mereka lebih sering terbang di atas penonton. Jadi, sebenarnya jaring pengaman cukup nggak berguna dalam penampilan mereka.

4.

Keimutan Dumbo yang nggak disadari orang.

Film Dumbo | www.elitedaily.com

Hal yang paling aneh dalam film ini adalah penonton sirkusnya. Nggak ada yang melihat wajah Dumbo tanpa mengatakannya merupakan gajah yang imut bukan? Dumbo secara objektif merupakan gambaran hewan yang imut dan telinganya yang kebesaran justru menambah keimutannya.

Namun dalam film, penonton seakan melihat Dumbo merupakan makhluk aneh dengan telinga lebarnya. Hal itu bikin kisahnya sedikit nggak realistis, mengingat film ini berkisah tentang gajah terbang.

5.

Gajah bukan kendaraan orang.

Film Dumbo | www.bostonherald.com

Pesan dari film ini adalah bahwa binatang harusnya bukan untuk bahan pertunjukkan untuk ditonton manusia-manusia yang rakus. Namun Dumbo live action gagal untuk menunjukkan satu hal lagi, yaitu gajah nggak boleh dinaiki oleh manusia.

Hal ini berlaku untuk gajah dewasa. Proses gajah dilatih untuk bisa ditunggangi orang adalah suatu kesalahan, apalagi Dumbo yang masih bayi gajah. Dalam film, Dumbo dipaksa untuk menerima manusia berada di punggungnya saat Dumbo terbang.

6.

Boneka Dumbo di Dreamland sama seperti versi original

Film Dumbo | www.ign.com

Secara mengejutkan, Dreamland memiliki kemiripan dengan Disney. Keduanya sama-sama memberikan sebuah hiburan dengan pernak pernik khas. Jika kamu melihat dengan seksama di tenda besar Dreamland, kamu akan menemukan boneka berbentuk gajah layaknya Dumbo.

Yang menarik adalah, boneka-boneka itu memiliki kesamaan dengan Dumbo versi animasi. Mereka sama-sama memiliki topi merah dan kalung renda berwarna merah dan kuning. Well, tampilan tersebut cukup berbeda dengan versi filmnya.

Baca juga: 9 Perubahan yang Dilakukan Oleh Disney Pada Film Live Action Mereka

Artikel Lainnya
7.

Vendevere menghancurkan dirinya sendiri.

Film Dumbo | whatculture.com

Kebanyakan film utama Disney memiliki tokoh antagonis dan protagonis dan film akan diakhiri dengan sang protagonis dapat mengalahkan si tokoh antagonis. Sedangkan versi live action Dumbo, formula itu diganti dengan para orang-orang sirkus lainnya yang membantu Dumbo dan sang ibu keluar dari Dreamland.

Sedangkan akhir kisah Vendevere, si tokoh antagonis adalah, dirinya menghancurkan hidupnya sendiri. Dia menghancurkan theme park dengan membiarkannya terbakar. Mungkin ini terlihat hal yang bodoh, tapi ini merupakan bukti bahwa dia harus bertanggung jawab atas kehancurannya sendiri.

8.

Vandevere merupakan sindiran nggak langsung untuk Walt Disney

Film Dumbo | www.lebanonews.net

Nggak sulit untuk melihat perbandingan antara V.A Vandevere dari live action Dumbo dan sosok Walt Disney, karena lelaki dari kedua perusahaan tersebut sama-sama mengeluarkan film. Kedua pemilik memiliki taman bermain yang selalu dikunjungi oleh ribuan pengunjung.

Ketika Dumbo pertama kali memasuki Dreamland, mustahil untuk nggak membandingkan Dreamland dengan Disneyland. Tentunya, kisahnya jadi awkward ketika akhirnya Vandevere malah menghancurkan taman bermainnya.

9.

Miss Atlantis bernyanyi “Baby Mine”.

Film Dumbo | thedisneyblog.com

Setelah Jumbo (ibu Dumbo) dipindahkan dan dilabeli sebagai “gajah gila”, ada adegan menyedihkan saat Dumbo berjalan ke kandang sang ibu dan Jumbo memeluknya dengan belalai. Dalam versi animasinya, lagu “Baby Mine” mulai terdengar, membuat kamu baper maksimal.

Sedangkan untuk versi live actionnya, kamu mungkin melewatkannya, tapi lagu “Baby Mine” juga diperdengarkan dan dinyanyikan oleh Miss Atlantis, anggota dari Medici Brothers Circus, yang menyanyikan lagu tersebut dengan ukulelenya.

10.

Hukum fisika yang nggak berjalan.

Film Dumbo | www.dailymail.co.uk

Colette merupakan artis akrobatik yang merupakan anggota sirkus Dreamland. Meskipun pada awalnya dia merupakan bagian dari Dreamland di bawah naungan V.A Vandevere, namun Colette memutuskan untuk pindah ke Medici Circus di akhir film.

Dalam sebuah adegan, kamu bisa melihat Colette terbang bersama balon-balon sebagai pertunjukan barunya. Secara hukum fisika, diperlukan tiga ribu balon untuk menerbangkan beban 50 kg. Sedangkan Colette hanya membutuhkan 20 balon untuk bisa menerbangkannya. Hm, bagaimana menurutmu?

11.

Perjalanan Dumbo dan sang ibu tanpa pengawalan.

Film Dumbo | dailygazette.com

Diakhir film Dumbo versi live action, kita akan melihat Dumbo dan sang ibu melakukan perjalanan untuk kembali ke benua asal mereka dan hidup dengan gajah-gajah lainnya. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa mencapai hutan di benua lain tanpa bantuan manusia?

Mereka harus melakukan perjalanan dengan kapal, lalu bagaimana mereka bisa selamat tanpa ditangkap oleh manusia lain? Pertanyaan ini muncul di beberapa benak penonton yang melihat akhirnya yang sedikit janggal.

Baca juga: 7 Film Disney yang Gagal Dipasaran

Itu tadi 11 hal yang kamu lewatkan dari film Dumbo live action. Tentu aja nggak ada film yang sempurna, apalagi ini cuma film fiksi. Suka atau nggak, Dumbo merupakan film klasik keluaran Disney yang nggak bakalan gagal bikin emosi kamu bercampur aduk.

Tags :