Sering Pakai Istilah Negara Berkembang Untuk Mencela dan Mengkritik, Ini Ruginya!

Negara berflower
Penggunaan frasa negara berkembang untuk mengkritik bangsa, apakah tepat? |

"Gitu tuh kelakuan orang-orang di negara berflower"

Beberapa waktu belakangan, frasa negara berkembang marak digunakan oleh warganet Indonesia. Hal-hal kecil dari perdebatan di media sosial hingga kebiasaan telat maupun buang sampah sembarangan dijadikan bahan tertawaan dengan menggunakan kalimat "Kelakuan orang-orang di negara berkembang".

Sebenarnya nggak ada yang salah dengan menertawakan diri dan mengkritik bangsa. Namun, ketika frase negara berkembang ini digaungkan terlalu sering dan dijadikan alasan bagi perilaku yang kurang etis, apakah akan membawa dampak baik?

Negara berflower
Suka mengkritik dengan istilah negara berkembang |

Frasa negara berkembang sendiri telah ada sejak lama dan kerap digunakan dalam mengategorikan negara berdasarkan pendapatan perkapita dan kesejahteraan masyarakatnya. Menurut PBB, tidak ada konvensi atau kesepakatan legal mengenai negara berkembang dan negara maju. Selain itu, negara berkembang menurut PBB adalah negara-negara yang tidak ada dalam daftar rigid negara maju.

Sedangkan Bank Dunia telah memutuskan berhenti menggunakan terminologi negara berkembang karena dianggap tidak tepat. Menurut Bank Dunia, kita tidak bisa mengelompokkan negara berdasarkan tingkat perkembangannya. Mereka memilih pengkategorian yang lebih jelas sesuai jumlah GNP yang diraih negara.

Lalu bagaimana dengan kita yang justru terus-terusan mereproduksi konsep negara berkembang dan melekatkannya sendiri ke dahi kita meski frasa tersebut sebenarnya sudah tidak lagi relevan dalam ranah politik internasional? Mengapa kita justru memilih melanggengkan konsep yang mempertegas kesenjangan dan meletakkan diri sebagai inferior?

Artikel Lainnya

Terlepas dari kritik mengenai terminologi negara berkembang, kini mari kita kritisi pula penggunaan dalih "kelakuan negara berkembang". Saat kita mengeluarkan kalimat tersebut, apakah kita menggunakannya sebagai kritik akan karakter masyarakat yang sesungguhnya, dan bermaksud untuk membuat perubahan yang lebih baik atau hanya menjadikannya sebagai pemakluman? Apakah kita mengatakan orang lain sebagai warga negara berkembang karena merasa superior dari orang lain, atau sebuah kritik non-judgemental terhadap budaya masyarakat?

Coba telaah lagi, yuk!

Tags :