Sampah Menumpuk Jadi Persoalan Bersama, TPS Bukan Lagi Solusi!

Sampah
Sampah sempat menumpuk di beberapa titik kota Yogyakarta |

TPS kelebihan kapasitas, bagaimana jadinya?

Pekan lalu, warga Yogya sempat kelimpungan akibat ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan oleh warga sekitar. Sampah yang telah menumpuk dan jalanan yang penuh serta rusak akibat antrian truk sampah menjadi salah dua dari banyak alasan warga melancarkan aksinya ini.

TPST Piyungan sempat ditutup selama beberapa hari oleh warga, hal ini menyebabkan menumpuknya sampah di berbagai titik kota Yogyakarta. Truk sampah yang tidak bisa membuang muatannya di TPST Piyungan lantas tidak mengambil sampah di titik-titik pembuangan yang menyebabkan penumpukan di pemukiman.

Pemandangan sampah yang menumpuk ini pun menjadi pengingat bagi kita bahwa persoalan sampah ini kian darurat. Hanya beberapa hari, sampah sudah menumpuk sedemikian rupa dan menebarkan bau tak sedap ke pemukiman di sekitarnya.

Bagaimana dengan warga di sekitar TPST Piyungan yang menjadi titik pembuangan akhir dari seluruh sampah di Yogyakarta? Bisa bayangkan bagaimana kondisi kehidupan mereka?

Sampah
Kapasitas TPS yang terbatas membuat kita harus mencari solusi lain untuk menanggulangi sampah |

Persoalan sampah ini hanya mampu diselesaikan secara total dengan perubahan gaya hidup kita selaku produsen sampah. Kita harus paham bahwa pengurangan produksi sampah dan pengolahan kembali sampah merupakan langkah penting untuk menanggulangi kondisi sampah yang semakin gawat.

Lalu, bagaimana kita dapat membantu persoalan yang satu ini?

Cara paling mudah adalah dengan memulai mengurangi produksi sampah harian kita. Gunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali alih-alih tas plastik sekali pakai. Beralihlah dari membeli air mineral kemasan dan gunakan botol minum yang bisa diisi ulang untuk kebutuhan minum kita.

Selain itu, kita juga bisa mengolah kembali sampah dengan cara memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat kita olah menjadi kompos atau kita kubur dalam tanah agar terurai dengan sendirinya.

Sampah anorganik yang tidak bisa kita hindari, selalu pilah dan cuci bersih. Beberapa yang bisa kita gunakan lagi, simpan dan gunakan kembali nanti. Sedangkan yang tidak bisa digunakan kembali bisa kita daur ulang atau masukkan ke bank sampah.

Artikel Lainnya

Meminimalisir sampah kita dan mengajak orang-orang di sekitar kita untuk turut menyadari permasalahan yang satu ini adalah cara paling mudah untuk kita tempuh. Langkah ini akan membantu melestarikan alam bagi generasi penerus kita kelak.

Tags :