Bar Ini Buat Pengunjungnya Makan dan Minum di Samping Tempat Pembuangan Sampah, Ternyata Ini Tujuannya!

Bar Gomi Pit
Bar Gomi Pit di Tokyo | twitter.com

Makanan dan minumannya dijamin higienis kok

Berbagai macam cara untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan kerusakan lingkungan mulai digalakkan. Mulai dari gerakan di jagat maya seperti kampanye peduli lingkungan di media sosial, edukasi mengenai lingkungan dan sampah di berbagai sekolah, hingga menerapkan aturan tertentu yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Cara-cara tersebut memang dinilai efektif untuk menyadarkan masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan ada metode lain yang juga ampuh. Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang pengusaha asal Jepang yang menggunakan cara unik dan tidak biasa untuk mengajak masyarakat peduli pada lingkungan.

Caranya adalah membangun sebuah tempat makan tepat di samping tempat pembuangan sampah. Bukan sembrono atau jorok, melainkan strategi untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan, Katanya, hal ini terbukti ampuh untuk membangkitkan kesadaran para pelanggan yang datang ke tempat tersebut.

1.

Bar di samping tempat pembakaran sampah

Bar Gomi Pit
Bar Gomi Pit di Tokyo | www.alojapan.com

Adalah Gomi Pit, sebuah bar yang terletak di Tokyo, Jepang, didesain dengan sangat unik. Bar ini buka persis di sebelah tempat pembakaran sampah. Bar dan tempat pembakaran tersebut hanya dibatasi oleh kaca bening sehingga para pelanggan bisa melihat langsung betapa banyaknya sampah yang dihasilkan oleh manusia.

Bar yang dibangun tepat di samping Musashino Clean Center tersebut diharapkan mampu membuat pelanggan sadar akan banyaknya sampah yang mereka hasilkan dari kegiatan sehari-hari dan kemudian mengubah perilakunya.

Konsep dari bar ini adalah pelanggan menikmati makanan dan minuman yang disajikan sembari menyaksikan langsung gundukan sampah yang diaduk-aduk, diangkut, kemudian dibakar. Berbagai macam sampah bisa mereka lihat di tempat sampah tersebut. Mulai dari sampah rumah tangga, pakaian bekas, dan tidak ketinggalan sampah plastik dengan beragam ukuran.

2.

Bertujuan untuk mengajak masyarakat peduli pada lingkungan

Bar Gomi Pit
Bar Gomi Pit di Tokyo | twitter.com

Bar unik ini adalah milik seorang pejabat daerah setempat. Ia ingin mempromosikan fasilitas pengolahan sampah serta mengajak masyarakat berpikir mengenai sampah yang setip hari mereka hasilkan.

Sebenarnya, masyarakat Jepang sudah dibiasakan untuk memilah sampah sebelum membuangnya. Selain itu, mereka pun rutin membayar uang untuk setiap kantung sampah yang diangkut oleh petugas. Rupanya hal ini dianggap belum efektif, sehingga ide untuk membuka bar di samping tempat sampah pun tercetus.

Pendiri bar mengharapkan akan ada efek psikologis kepada para pelanggan setelah mereka melihat tumpukan sampah yang sangat banyak. Benar saja, para pelanggan terkejut melihat gunungan sampah di Musashino Clean Center ini.

3.

Tanggapan pengunjung bar

Bar Gomi Pit
Keadaan di Gomi Pit Bar, Tokyo | internasional.kompas.com

Pengunjung bar ini didominasi oleh para pekerja muda yang ingin mencari tempat-tempat hangout yang unik selepas pulang bekerja. Salah satu pelanggan, Tomioka, mengaku terkejut ketika ia berkunjung ke bar tersebut dan melihat serpihan sampah beterbangan di balik kaca.

Tamioka yang saat itu membawa kedua anaknya yang berusia 4 dan 6 tahun mengatakan bahwa ia melihat ada beberapa jenis sampah yang tidak bisa dibakar, sehingga sampah-sampah tersebut harus ditumpuk di suatu tempat. Menurutnya, hal ini merupakan warisan buruk untuk para generasi penerus.

Tomioka yang sebelumnya merasa sudah mematuhi proses pengolahan sampah yang baik dan benar, mengaku merasa yang dilakukannya tersebut masih belum cukup. Ia ingin mengurangi konsumsi sehingga ia bisa meminimalisasi sampah yang ia hasilkan.

Sayangnya, bar Gomi Pit ini hanya dibuka untuk sementara waktu. Namun, Musashino Clean Center bisa dikunjungi setiap hari. Pengunjung dari luar Jepang pun tidak perlu khawatir karena Musashino Clean Center dilengkapi dengan informasi yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Tags :