Keluarga Selalu Dinomorduakan, Hati-Hati Kehilangan Harta yang Paling Berharga!

Menelepon
Ilustrasi menelepon |

Harta yang paling berharga, adalah keluarga~

Dalam hidup, kita akan selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Terkadang, pilihan itu sama-sama besar dan penting hingga kita kebingungan. Kadang pula, siapa kita terdefinisi dari tiap pilihan-pilihan yang kita ambil. Bahkan seringkali pilihan yang kita ambil memiliki konsekuensi berat dengan mengorbankan orang lain yang juga kita sayangi. Biasanya, yang paling sering jadi sosok yang kita korbankan adalah keluarga.

Menelepon
Komik Menelepon Orang Tua |

Lahir dan besar bersama keluarga membuat kita jadi terlalu terbiasa dengan mereka. Kita beranggapan bahwa mereka akan selalu ada untuk kita dan tidak akan ke mana-mana. Jadilah kita kerap mengorbankan mereka dengan dalih "Ah mereka pasti mengerti kok", "Besok-besok kan bisa kalau dengan mereka" atau "Mereka pasti mau maafin aku nanti". Keluarga mendapat tempat yang rendah dalam skala prioritas kita dibandingkan teman, pacar, atau pekerjaan.

Tapi, apakah sikap menggampangkan keluarga ini baik? Mau sampai kapan kita mengorbankan keluarga demi orang yang bahkan mungkin nggak terlalu dekat dengan kita? Bukankah mereka yang terdekat dan paling mau bertahan dengan kita justru menjadi harta berharga yang mesti kita jaga hubungannya agar tetap baik? Nyatanya, kita kerap melupakan mereka dan 'take them for granted'.

Artikel Lainnya

Padahal sekokoh dan solid apa pun keluarga, jika kita mengacuhkan mereka terus menerus dan mengorbankan kepentingan mereka demi orang lain, lambat laun hubungan keluarga pun dapat menjauh dan rusak. Jika memang mereka adalah orang-orang yang paling sayang dan menjadi pijakan kita, maka hargailah mereka. Jangan nomor duakan keluarga hanya demi orang-orang yang bahkan mungkin tidak terlalu peduli pada kita.

Keluarga memang selalu ada untuk kita, tapi sudahkah kita ada untuk keluarga?

Tags :