Memilukan! Sang Ibu Lebih Peduli dengan Anjing, Anaknya Pilih Bunuh Diri

amber peat bunuh diri
Seandainya sang anak dan anjing sama-sama hidup di dunia | 1freewallpapers.com

Anjing memang hewan yang bisa menjadi sahabat namun jangan abaikan buah hatimu

Salah satu hewan peliharaan yang digemari oleh banyak orang, salah satunya adalah anjing. Hewan yang katanya berawal dari serigala lewat bukti fosil dan DNA tersebut bisa menjadi sahabat yang sangat dekat dengan manusia, lebih tepatnya terhadap tuannya. Bahkan, hewan berkaki empat ini dipelajari khusus dalam ilmu kinologi.

Akan tetapi, tidak dapat dibenarkan pula, memelihara anjing namun mengabaikan kehidupan manusia. Apalagi manusia tersebut adalah anak sendiri yang tentunya butuh perhatian dan kasih sayang. Kisah memilukan tentang kecemburuan seorang anak kecil dengan anjing baru-baru ini ramai dan viral di media sosial.

amber peat bunuh diri
Amber gadis kecil yang malang | www.bbc.com

Kisah itu terjadi pada Amber Peat yang masih berusia 13 tahun. Seorang gadis yang masih dalam masa perkembangan fisik maupun mental merasa tidak diperhatikan oleh orangtuanya. Bahkan, dia berpikir bahwa orangtuanya lebih menyayangi anjing peliharaannya daripada dirinya. Hingga akhirnya gadis ini memilih bunuh diri.

Gadis tersebut ditemukan meninggal di semak-semak. Dia juga menuliskan sebuah surat tentang keluh kesahnya selama ini. Pesan terakhirnya tersebut dituliskan dalam secarik kertas. Isi suratnya adalah tentang kesedihannya karena sang ibu lebih menyayangi anjing daripada dirinya.

Sang ibu yang bernama Kelly tersebut pun menyesal atas semua yang terjadi. Namun nasi telah menjadi bubur, waktu tak bisa kembali lagi. Dikutip dari The Sun pada Sabtu (2/2/2019) sang ibu, Kelly dan suaminya, Danny Peat sedang menjalani pemeriksaan.

Amber Peat
Amber pernah menghilang dari rumah | www.bbc.com
Artikel Lainnya

Sebelum peristiwa malang itu terjadi, Amber pernah menghilang pada 2 Juni 2015 lalu. Hingga 8 jam Amber menghilang, namun Kelly dan ayah tirinya tersebut tidak mencarinya. Apakah mereka tidak mencintainya lagi? Jelasnya orangtuanya lebih peduli pada anjingnya, hal itu juga dikatakan Amber kepada gurunya.

Bahkan wali kelasnya di Sekolah Menengah Tibshelf yang bernama David Wallace pernah mengantarnya pulang ke rumah setelah Amber melarikan diri pada tengah malam. Pada mulanya David ingin menelepon orangtuanya agar menjemput Amber, namun Amber berkata bahwa orangtuanya tidak bisa menjemputnya karena anjing mereka sedang melahirkan.

Selain peristiwa-peristiwa di atas, Amber juga pernah mencoba bunuh diri dengan mencekik lehernya sendiri. Beruntunglah saat itu didapati oleh teman-temannya sehingga percobaan bunuh dirinya berhasil digagalkan. Sayangnya, keluargalah yang menjadi satu-satunya tempat bagi gadis kecil itu menghabiskan waktunya.

Sudah semestinya keluarga mengerti tentang anaknya yang sedang berkembang. Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh keluarga tentang bagaimana harus mencintai anak-anak yang tentu sangat mudah cemburu terhadap sesuatu hal.

Tags :