Ternyata Hantu Punya Perasaan dan Emosi Juga, lho. Begini Penjelasannya!

Ilustrasi seram
Hantu punya perasaan? | www.domuspeks.com

Jadi hantu juga bisa baper, ya?

Apa pendapat kamu mengenai hantu? Menakutkan? Menyeramkan? Atau kamu malah berusaha untuk skeptis? Pernahkah kamu berpikir bahwa hantu itu ada dan memiliki perasaan seperti manusia? Sebuah studi di Italia meneliti mengenai perasaan hantu, lho!

Studi mengenai emosi hantu menjadi salah satu disiplin ilmu psikologi yang berkembang dengan pesat saat ini. Banyak laboratorium di seluruh dunia membuat riset mengenai hal yang tak kasat mata termasuk emosi hantu.

Ilustrasi seram
Ilustrasi hantu | www.beritabaca.co.id

Studi ini dilakukan oleh Pusat Penelitian Emosi, Ectoplasma, dan Ilmu Psikologi di Universitas del Purgatorio di Milan, Italia. Bahkan banyak lembaga pendanaan riset yang mau memberikan sponsor untuk penelitian ini.

Ilmu mengenai emosi hantu ini berasal dari salah satu penelitian dari Charles Darwin, bapak Teori Evolusi. Ia mengungkapkan bahwa emosi dapat diturunkan dari yang hidup ke yang mati melalui evolusi.

Selain Darwin, William James juga memiliki teori mengenai hantu. Ia mengatakan bahwa hantu tidak membuat manusia merasa takut, pengalaman ketakutanlah yang memanggil hantu datang. Teori ini kemudian dikenal sebagai Teori Emosi James-Doppelgang.

Ilustrasi seram
Ilustrasi hantu | www.kompas.com

Menurut ilmu teori, ada tiga kriteria dasar mengenai emosi hantu. Pertama, emosi harus ada sejak saat kematian. Kedua, hantu memiliki ekspresi yang unik dan seram. Ketiga, emosi dapat ditemukan pada hantu dari tiruan makhluk lain.

Emosi hantu yang saat ini banyak dipelajari adalah mengenai keinginan hantu untuk menakut-nakuti. Pernahkah kamu berpikir kenapa hantu senang menakuti manusia?

Keinginan hantu ini dikenal sebagai “Boo”. Emosi yang terdapat saat hantu menakut-nakuti adalah ekspresi dengan wajah menganga dan mata terbelalak. Tak lupa mulut yang terbuka lebar.

Ilustrasi seram
Ilustrasi hantu | www.liputan6.com

Beberapa pendapat mengatakan bahwa psikologi evolusioner berkaitan dengan hantu yang muncul akibat pemenggalan kepala. Teori ini menyebut bahwa hantu tanpa kepala menakuti manusia sebagai upaya untuk mendapatkan bagian-bagian kepala dan wajahnya yang hilang akibat dipenggal.

Menurut Teori Konstruksi Psikologis, pikiran hantu mengandung bahan-bahan dasar yang berinteraksi dengan cara yang kompleks. Hal tersebut dapat menghasilkan fenomena supernatural.

Salah satunya adalah emosi hantu. Para ilmuwan yang memiliki pandangan yang sama setuju dengan teori ini dan menganggap bahwa emosi hantu dapat dipetakan ke sirkuit berbentu satu dimensi.

Ilustrasi hantu
Ilustrasi hantu | www.suara.com
Artikel Lainnya

Mengejutkan bukan bahwa ada sekelompok manusia yang dengan serius meneliti hantu? Terlepas dari percaya atau tidak, studi mengenai emosi hantu ini memang menjadi objek penelitian yang sangat menarik untuk diteliti.

Jadi, apakah kamu penasaran apa yang hantu rasakan? Apakah mereka sedih karena menjadi hantu dan tidak bernyawa? Atau mereka memang “hobi” untuk menakuti manusia?

Tags :