Tak Kuat Tanggung Malu, Siswi SMK yang Video Mesumnya Viral Bunuh Diri? Ini Faktanya!
15 Juni 2019 by Dea Dezellynda
Siswi SMK pelaku video mesum diduga bunuh diri
Beredarnya video mesum sepasang siswa SMK menghebohkan warga Bulukumba. Kedua siswa-siswi melakukan hubungan layaknya suami istri di dalam kelas dan masih menggunakan seragam. Video mesum berdurasi 29 detik tersebut beredar luas melalui media sosial.
Video tersebut terlihat direkam sendiri oleh siswa, sedangkan siswinya terlihat sedang tertidur di sebuah bangku belajar. Terdengar siswi mengatakan menggunakan dialek Sulawesi Selatan. “Janganko kasi nyala blitz-nya,” ucap siswi tersebut.
Setelah video mesum tersebut tersebar, muncul video siswi SMK tersebut diduga bunuh diri karena tak kuat menanggung malu.
Polisi beri penjelasan mengenai kabar siswi bunuh diri

Ramai beredar video seorang perempuan memakai baju hitam terlihat terbaring, di sampingnya terlihat seorang wanita menggunakan baju merah sedang menangisi perempuan berbaju hitam yang diduga adalah siswi pelaku video.
Dilansir melalui Tribunnews.com, saat dikonfirmasi, Jumat (14/6/19) malam, Kasatreskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra pun mengaku menerima informasi tersebut.
“Betul. Ada kiriman videonya juga. Kami sudah monitor dan disangkutpautkan dengan korban video viral di Bulukumba. Namun, setelah kami cek kenyataannya sangat berbeda,” kata AKP Bery.
Pihak kepolisian telah mengecek kebenaran dalam video bunuh diri tersebut. Ternyata video yang diduga bunuh diri itu adalah soal seorang wanita yang menangis karena ditinggal suaminya, bukan wanita siswi pelaku video porno.
Baca juga: Viral Video Mesum ABG Banyuwangi, Sang Aktor Diduga YouTuber Terkenal
Identitas pelaku sudah diketahui

Saat video porno siswa-siswi di Bulukumba viral, polisi langsung melakukan penyelidikan. Indentitas kedua pelaku pun terungkap namun pelaku belum berhasil ditemukan.
“Identitas sepasang kekasih yang ada dalam video mesum itu sudah diketahui, tapi sudah dua bulan lalu meninggalkan Bulukumba. Jadi belum ditemukan dan hingga kini belum ada keterangan yang diperoleh. Masih sebatas informasi-informasi yang beredar,” ujar Kepala Polres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan.
AKBP Syamsu Ridwan menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pencarian terhadap siswa-siswi SMK Bulukumba untuk dilakukan penyelidikan dan keterangan lebih lanjut terkait video porno.
Kedua pelaku dikeluarkan dari sekolah

Menurut pengakuan pihak sekolah telah mengetahui adanya video porno siswa-siswinya sejak bulan April lalu. Pihak sekolah mengambil tindakan untuk mengeluarkan keduanya dari sekolah.
Saat polisi menanyakan keberadaan kedua pelaku, pihak sekolah pun mengatakan bahwa siswa-siswi tersebut sudah tidak tinggal di Bulukumba.
“"Pihak sekolah salah satu SMK yang kita datangi itu membenarkan mengenai video tersebut. Penjelasannya bahwa video tersebut ketahuan bulan April lalu saat pihak sekolah melakukan razia ponsel. Saat ponsel para siswa diperiksa satu persatu, ditemukanlah video itu di ponsel siswa tersebut. Tapi video itu sudah terlanjur sebarkan video tersebut ke temannya. Baik siswa maupun siswi pelaku dalam video itu kemudian dipanggil dan diberi sanksi berupa skorsing," kata AKBP Syamsu Ridwan dilansir dari Merdeka.com.
AKBP Syamsu menambahkan bahwa orangtua siswi dalam video porno tersebut merantau ke Malaysia. Sedangkan di Bulukumba siswi tinggal bersama pamannya.
Namun setelah video tersebut beredar, sang paman langsung membawa siswi untuk meninggalkan Bulukumba.
Polisi sedang mendalami kasus video porno ini dengan mencari kedua pelaku. Jika polisi sudah menemukan cukup bukti, kedua pelaku bisa jadi tersangka.
Polisi juga meminta kepada masyarakat untuk berhenti menyebarluaskan video tersebut, karena dengan menyebarkan juga merupakan termasuk pidana.
Kasus video porno siswa sekolah bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa kasus yang serupa, video porno tersebut kebanyakan disebarkan oleh pelaku sendiri karena sakit hati saat diputuskan.
Tentu saja peristiwa-peristiwa ini sangat meresahkan masyarakat dengan pergaulan anak remaja zaman sekarang. Semoga kasus ini segera menemui titik terang.