So Sweet! Turis Ini Melamar Pacarnya di Puncak Gunung Bromo Sambil Diiringi Suara Gemuruh Kawah

Lamaran di gunung bromo
Lamaran di gunung bromo |

Rada ekstrem sih, tapi pasti nggak terlupakan

Ketika sudah dewasa nanti, apakah kamu sudah memiliki impian bagaimana kamu akan dilamar atau melamar seseorang? Mungkin kamu ingin dilamar dengan sangat romatis di restoran mewah, diberikan kejutan saat berlibur, atau malah langsung ditemui di rumah dan pacarmu dengan gagah meminta restu kepada orangtuamu untuk menikah denganmu. Sweet banget, kan?

Yup, setiap orang pasti punya imajinasi tersendiri bagaimana cara dilamar atau melamar. Untuk pria bernama Jarod ini, caranya melamar cukup ekstrem. Pria yang berasal dari Kanada ini melamar kekasihnya, Alison, di puncak Gunung Bromo. Semakin ekstrem karena di samping mereka kawah Bromo terus bergemuruh dan bisa membuat ciut nyali siapa saja yang melihatnya.

Tapi, sepertinya itulah pesan yang hendak disampaikan oleh Jarod. Dia siap sehidup semati dengan Alison bahkan jika harus mempertaruhkan nyawanya. Aksi lamaran tersebut kemudian direkam dengan menggunakan drone agar bisa mendapatkan hasil yang bagus. Jarod ingin mengabadikan momen lamaran tersebut agar kelak bisa disaksikan berdua atau bareng anak cucu.

Pasangan ini memang merupakan travel blogger yang sudah berkelana ke banyak tempat di dunia. Namun, dari sekian banyak tempat, Jarod memilih gunung Bromo yang memiliki tinggi 7,641 kaki di atas permukaan laut sebagai tempat untuk melamar pasangannya. Jarod mengatakan bahwa prosesi lamaran ini tidak dilakukan secara instant. Dia membutuhkan persiapan selama 6 bulan untuk melamar Alison.

Setelah Googling [mencari tempat yang spektakuler untuk melamar] dan melihat Gunung Bromo, aku tahu pasti ini tempatnya. Aku memberi tahu Alison bahwa aku ingin menerbangkan drone saat kita berjalan di tepi, tetapi pada kenyataanya aku ingin melamarnya,” ungkap Jarod, seperti dilansir dari laman Insider.

Jarod juga mengaku kalau dia sebenarnya sangat gugup melamar kekasihnya di puncak Gunung Bromo. Untungnya saat itu cuaca cerah dan Bromo tidak memperlihatkan aktivitas vulkanik yang berbahaya. Untungnya segala perjuangan tersebut setimpal karena Alison mengatakan "Ya" untuk lamaran Jarod. Setelah prosesi lamaran selesai, 10 menit kemudian mereka langsung turun dari gunung berapi itu.

Soalnya, asap dan belerang mulai memburuk sehingga akan berbahaya kalau mereka berlama-lama di puncak Bromo. Memang nggak ada larangan dari petugas untuk melakukan prosesi lamaran di puncak Bromo. Tapi, mereka diwanti-wanti untuk mematuhi peraturan di tempat tersebut agar tidak menjadi bumerang yang malah mengancam nyawa sendiri.

Artikel Lainnya

Pasalnya, pengunjung bisa saja terjatuh ke dalam kawah, terkena gas beracun, sampai kepada pijaran lava yang bisa tiba-tiba menyembur. Jadi, kalau kamu memang mau melakukan lamaran ekstrem seperti yang dilakukan Jarod, pastikan kamu sudah melakukan persiapan matang, ya. Jangan sampai hanya gara-gara lamaran, kamu akhirnya malah "matang" beneran di puncak Bromo.

Tags :