Pria Ini Harus Berkeliling Kampung Kuburkan Jenazah Anaknya karena Berkali-kali Ditolak Warga

Jenazah bayi ditolak karena ayah miskin | www.facebook.com

Rasa kemanusiaan benar-benar di titik nadir

Kebanyakan hal di dunia ini emang membutuhkan uang, bahkan untuk memakamkan seseorang. Mulai dari membayar biaya ambulans, jasa tukang gali kubur, bahkan membayar biaya tanah pekuburan. Lalu, apa yang terjadi jika seseorang tidak memiliki uang untuk menguburkan anggota keluarganya? Apakah akan dibiarkan begitu saja? Sayangnya, hal miris ini memang bisa terjadi.

Potret warga yang sudah tidak memiliki rasa empati dan kemanusiaan dibagikan oleh akun Facebook Abam Botak. Pada beberapa foto yang dia unggah, terlihat seorang pria terlihat kebingungan saat hendak memakamkan jenazah bayinya. Pria ini diketahui berasal dari Sabah, Malaysia dan baru saja kehilangan anaknya yang baru dilahirkan.

Sayangnya, saat hendak memakamkan jasad anaknya di pekuburan warga di daerah tempatnya tinggal, dia ditolak oleh warga setempat. Dia tidak diizinkan memakamkan anaknya karena tidak punya uang untuk membayar biaya pemakaman. Selain itu, dia juga dituding tidak memiliki surat-surat resmi. Pria ini pun kebingungan harus kemana lagi untuk memakamkan anaknya.

Hal ini membuat Abam heran kok bisa-bisanya warga lebih mengutamakan administrasi dan uang, ketimbang menolong sesama. Masa orang yang udah meninggal dunia aja butuh administrasi.

Baca Juga: Miris! Tanggung Dosa Orangtua, Jenazah Bocah 9 Tahun Ini Ditolak Warga

Jenazah bayi ditolak karena ayah miskin | www.facebook.com

Jika kita memikirkannya, mereka adalah Muslim, sesama saudara Muslim. Berapa banyak tanah yang dibutuhkan untuk menguburkan seorang bayi kecil sampai mereka harus menolak untuk membantu pemakamannya," tulis Abam.

Untunglah, pada akhirnya pria ini bisa menguburkan anaknya. Pengelola pemakaman di Sim-sim, Sandakan, mengizinkan pria itu untuk menguburkan anaknya secara gratis dan tanpa administrasi. Pria ini pun mengucapkan banyak terima kasih kepada pengelola pemakaman tersebut, karena bisa menguburkan anaknya dengan tenang. Dia sempat khawatir tak bisa menguburkan anaknya.

Abam juga bersyukur masih ada orang yang menunjukkan rasa empati dan kemanusiaan. Dia berharap semoga warga yang kemanusiaannya telah mati sebelumnya itu mendapatkan hidayah. Di zaman yang serba sulit sekarang ini, harusnya kita saling bantu-membantu. Bukannya malah saling menerkam satu sama lain dan mempersulit kehidupan sesama.

Allah tidak akan bertanya dari negara mana Anda berasal, tetapi dia akan meminta pertanggungjawaban Anda sebagai seorang Muslim," pungkasnya.

Baca Juga: Miris! Nenek Gendong Jenazah Cucunya, Tak Ada Satu pun Pengendara yang Tawarkan Bantuan

Jenazah bayi ditolak karena ayah miskin | www.facebook.com
Artikel Lainnya

Unggahan ini pun menuai rasa sedih dan haru dari netizen. Mereka tak habis pikir, ada kelompok masyarakat yang mengutamakan aturan kaku, ketimbang menolong sesama manusia. Menurut kamu, kenapa makin banyak orang egois sekarang ini?

Tags :