Pria Anggota Militer Malaysia Dihukum Karena Membiayai Pernikahan dengan Uang Palsu

Ringgit Malaysia | www.nst.com.my

Kaget dengan tagihan pernikahan, uang pun dipalsukan.

Acara pernikahan memang selalu memakan banyak biaya mulai dari katering, sewa gedung, wedding organizer, sampai baju dan riasan. Maka tak heran apabila para calon pengantin seringkali pusing dibuatnya. Berbagai cara pun dilakukan untuk memenuhi pembayaran, dari yang menabung sampai yang rela meminjam uang.

Tapi yang dilakukan oleh pria Malaysia ini sungguh di luar dugaan, ia justu memalsukan uang untuk biaya pernikahannya.

Tentara ini kaget dengan tagihan biaya pernikahan | www.oliveinlove.com

Pria yang diketahui berprofesi sebagai seorang anggota militer ini nekat memalsukan uang setelah mengetahui jumlah tagihan yang cukup besar untuk pernikahannya. Tak tanggung-tanggung, rencana pemalsuan uang ringgit Malaysia ini bahkan melibatkan laporan palsu ke polisi.

Tentara yang namanya tidak diungkapkan oleh media ini memalsukan sekitar 4000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 13,8 juta dengan menggunakan mesin cetak dan mesin fotokopi di tempat dinasnya.

Kemudian ia memalsukan struk ATM sebagai bukti kalau uang palsu yang ia miliki berasal dari ATM. Lalu ia melapor ke pihak polisi bahwa mesin ATM tempatnya menarik uang mengeluarkan uang palsu tersebut.

Peredaran uang palsu di Malaysia | tallypress.com

Pria tersebut berharap uangnya akan diganti oleh bank, sehingga uang palsunya bisa ditukar dengan uang asli. Jelas saja idenya ini tidak berhasil. Polisi justru curiga dan melakukan investigasi yang akhirnya menjerumuskan pria tersebut pada dugaan pelaku pemalsuan uang.

Menurut juru bicara kepolisian, mulanya pria tersebut tidak mau mengakui perbuatannya, tapi setelah dipaksa terus untuk menjawab, ia akhirnya mengakui kalau ia sendirilah yang mencetak uang dan berusaha menipu bank untuk bisa membayar biaya pernikahannya.

Artikel Lainnya

Dari kasus ini pihak kepolisian menyita 55 uang kertas ringgit dan mesin fotokopi dari pangkalan militer. Menurut undang-undang Malaysia, pria ini kemungkinan akan menerima hukuman 20 tahun penjara atas upaya penipuannya.

Kasus pemalsuan uang memang masih marak terjadi. Pada tahun 2014 Kamboja menyita uang palsu senilai Rp 101 miliar. Tahun lalu Tiongkok menyita Rp 446 miliar uang palsu. Di Korea Utara pun beredar dolar AS palsu yang sangat mirip dengan yang asli. Dari sekian banyaknya kasus pemalsuan uang, baru kasus inilah yang menggunakan uang palsu untuk biaya pernikahan.

Tags :