Nggak Perlu Mahar Puluhan Atau Ratusan Juta, Wanita Ini Ikhlas Hanya Diberi Mahar Pernikahan Rp 10 Ribu

Ternyata ada arti khusus di balik makna Rp 10 ribu

Di wilayah timur, dalam pernikahan biasanya selalu diawali dengan pemberian mahar dari pihak mempelai laki-laki kepada keluarga wanita. Dalam beberapa kondisi dimana adat matrilinealnya lebih kuat, pemberian mahar dilakukan secara terbalik, yaitu keluarga wanita yang memberikan mahar kepada pihak laki-laki. Besaran mahar ini biasanya tergantung dari negosiasi kedua belah pihak dan kesanggupan mempelai pria.

Beberapa waktu yang lalu, sempat viral pernikahan dengan mahar yang luar biasa mahal. Ada yang ngasih mahar berupa mobil jazz, hingga ada yang ngasih mahar uang miliaran rupiah. Namun, berbeda dengan pernikahan yang diadakan di Ciamis, Jawa Barat ini. Seorang pria cukup memberikan mahar sebesar Rp 10 ribu kepada calon istrinya.

Si mempelai pria bernama Ahmad Husen dan mempelai pria bernama Eneng Nurjanah. Eneng tidak mempersulit calon suaminya dan bersedia dinikahi dengan mahar sebesar Rp 10 ribu saja. Menurut Eneng, dia tidak asal saja menerima pemberian mahar tersebut. Namun, ada makna khusus di balik besaran mahar itu yang membuat dia bersedia dinikahi oleh Ahmad.

Pernikahan dengan mahar Rp 10 ribu |

Bagi Eneng, pernikahan itu tidak memerlukan mahar yang bernilai besar dan akhirnya malah memberatkan calon suami. Yang penting adalah pernikahannya menjadi berkah bagi kedua belah pihak. Eneng juga mengatakan bahwa dia menginginkan mahar yang menjadi kenangan. Kalau mahar emas kan udah biasa, tapi kalau mahar Rp 10 ribu pasti berkesan banget dan selalu terkenang sampai kapan pun.

Ya emang sih pake mas kawin juga bisa ya. Tapi kan yang namanya keadaan ekonomi gak selalu bagus. Takutnya kalo lagi ada masalah perekonomian gak ada jalan lain, eh mas kawinnya deh dijual. Trus kan gak ada kenang-kenagannya lagi,” katanya.

Alasan lainnya kenapa dia menerima mahar Rp 10 ribu itu adalah karena adanya angka pertama 1. Jadi, dia ingin menjadi wanita satu-satunya yang mendampingi Ahmad mulai dari sekarang sampai nanti. Meski tidak besar, tapi dia merasa ikhlas dan ridho dengan mahar tersebut.

Pernikahan dengan mahar Rp 10 ribu
Pernikahan dengan mahar Rp 10 ribu |
Artikel Lainnya

Sementara itu, Eneng mengatakan bahwa Husein awalnya adalah teman curhatnya doang Mereka akhirnya lama-lama menjadi dekat pada Januari 2018, menjalani khitbah pada Juli 2018, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah pada 19 Februari 2019. Saat ini, Eneng Nurjanah dan suaminya sedang berada di rumah mertuanya yang tengah sakit di Kampung Balapulang, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Ciamis.

Semoga pernikahannya bisa menjadi berkah, ya. Setuju banget tuh tadi dengan kata Eneng kalau mahar nggak perlu mahal dan memberatkan. Yang penting kan rumah tanggannya tetap langgeng sampai akhir hayat. Bagaimana menurutmu?

Tags :