Penyesalan Datang Terlambat, Ini Pengakuan Ayah yang Tega Bunuh Anak karena Rebutan Roti

Mardi
Ayah tega bunuh anak kandung | www.inews.id

Lantaran emosi, ayah lempar pisau ke anaknya hingga tewas

Seorang siswa SMP di Palangkaraya tewas setelah tertusuk pisau yang dilempar oleh ayahnya. Insiden itu dilatarbelakangi karena Mardi emosi dengan Eko yang tak mau mengalah kepada adiknya. Mardi tak menyangka pisau yang ia lempar akan mengenai dada anaknya hingga meninggal dunia.

Keluarga sempat menutupi penyebab Eko meninggal. Polisi yang mendengar kasus ini curiga dan akhirnya melakukan penyelidikan. Kematian Eko akhirnya terungkap karena tertusuk pisau yang dilempar ayahnya.

1.

Sempat ditutupi pihak keluarga

Mardi
Jasad korban usai diautopsi | mataram.tribunnews.com

Setelah insiden yang menewaskan Eko itu terungkap, sang ayah langsung dibekuk polisi untuk diperiksa. Mardi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan anaknya sendiri.

Sebelumnya, kematian Eko disebutkan karena tak sengaja tertusuk pisau saat rebutan makanan dengan adiknya. Pihak keluarga sempat menutupi penyebab meninggalnya korban dengan menolak jenazah diautopsi.

Awalnya keluarga mengaku bahwa Eko terpeleset dan tertusuk pisau, namun polisi merasa ada kejanggalan dalam kematian Eko. Jenazah Eko akhirnya diautopsi dan terungkap bahwa Eko meninggal karena terkena pisau yang dilempar Mardi.

“Berdasarkan hasil autopsi serta keterangan dari adik korban, akhirnya ayah korban mengakui semua perbuatannya telah menusuk korban hingga tewas,” ujar Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, Minggu (1/9/19).

Baca juga: Pria Aceh Ini Ditangkap Polisi Malaysia Karena Hancurkan 15 Patung di Kuil Hindu!

2.

Lempar pisau jagung

Mardi
Mardi saat gelar perkara di Mapolres Palangkaraya | banjarmasin.tribunnews.com

Mardi (36) tak menyangka jika emosinya membuat sang anak meregang nyawa. Insiden ini terjadi pada hari Sabtu (31/8) lalu. Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan keterangan yang dijelaskan oleh orangtua korban, Mardi, kejadian bermula ketika ibu korban menyuruh korban ke warung untuk membeli jajanan hari Sabtu. Eko kemudian membeli roti dan susu kotak.

Usai membeli jajanan dari warung, Eko memberikan susu kotak ke adiknya namun ia tak mau memberikan roti. Terjadilah keributan karena Eko tak mau mengalah hingga membuat Mardi emosi. Mardi akhirnya melemparkan pisau jagung ke arah Eko. Tak disangka pisau itu menancap di dada Eko.

“Saya lempar, bukan tusuk,” kata Mardi saat ditemui di Mapolres Palangkaraya.

Mardi panik dan membawa Eko ke rumah sakit, namun sang anak tak bisa diselamatkan.

3.

Penyesalan Mardi seumur hidup

Mardi
Mardi saat gelar perkara di Mapolres Palangkaraya | regional.kompas.com

Saat dilakukan gelar perkara di Mapolres Palangkaraya, Mardi terlihat tertunduk menyesali perbuatannya. Dihadapan polisi, Mardi mengaku tak ada niat membunuh anaknya. Ia menyesal telah dibutakan emosi hingga tega melempar pisau ke arah Eko.

“Saya menyesal seumur hidup,” ujar Mardi.

Saat pisau yang ia lempar mengenai dada anaknya, Mardi langsung panik melihat banyaknya darah yang mengalir. Mardi langsung melarikan anaknya ke rumah sakit bahkan sampai tak sempat memakai baju.

“Langsung saya bawa, saya sampai enggak sempat pakai baju. Langsung tak bawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit ditangani pihak rumah sakit, yaitu sudah (meninggal)," jelas Mardi.

Artikel Lainnya

Emosi menyebabkan Mardi gelap mata sampai tega melempar pisau ke arah anaknya. Eko meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Mardi kini harus mendekam di penjara dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tags :